Pemkab Kupang Sinergi Bersama Lintas Sektor Gelar RAD Guna Turunkan AKB, AKI & Percepat Penanganan Stunting

Oelamasi, Sonafntt-news.com.   Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Kesehatan  sinergi bersama   USAID,NGO, dan mitra Stakkolder lainnya  menggelar kegiatan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) dengan tujuan menurukan   Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI) dan mendorong untuk percepatan  Penanganan Stunting.

Disaksikan media ini,  kegiatan tersebut berlangsung  di Aula Kantor Bupati Kupang pada hari Kamis, 28 April 2022.Turut hadir Pokja Stunting NTT Vince B. Panggula, Pimpinan  USAID dr. Yustina Yudha Nita, para pimpinan OPD terkait salah satunya Kadis Kesehatan dr. Robert Amheka dan Kepala BP2KBP3A Yesay Lanus, Tim LSM/NGO salah satunya Ketua Wilayah Dompet Dhuafa Ummi K.M serta para peserta Lokakarya.

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dalam sambutannya mengatakan bahwa   Rencana Aksi Daerah yang  dilakukan merupakan salah satu agenda  prioritas  Pemkab Kupang   untuk menurunkan bahkan mengatasi  angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) serta percepatan penurunan dan pencegahan Stunting. Adapun kelompok kerja (Pokja) terintegrasi telah dibentuk dengan melibatkan lintas sektor dan multi stakeholder yang menjadi penggerak upaya tersebut. Kolaborasi ini sangat diperlukan demi tercapainya penurunan AKI, AKB dan prevalensi  stunting di kabupaten Kupang dan perlu dituangkan dalam dokumen peta jalan (road map) dan rencana aksi daerah (RAD) oleh semua pihak terkait. 

“Sesuai data  yang ada, ada 14 kasus jumlah kematian ibu dan 145 kasus kematian bayi baru lahir pada tahun 2021 di kabupaten  Kupang. Dirinya juga menyatakan bahwa soal stunting, terdapat 1 dari 4 anak menderita Stunting di kabupaten Kupang”ungkapnya.

Menurut Wabup Manafe,  lokakarya ini bertujuan untuk merumuskan dan menetapkan RAD dan Road Map sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing yang telah ditetapkan dalam SK Bupati Kupang Nomor 308/KEP/HK tahun 2021.

 Sambungnya,  untuk mencapai target penurunan angka stunting, AKI, AKB, dubutuhkan kerja sama lintas sektor, ileh karena itu semua mitra stakholders terkait  wajib bekerja sama demi mencapai target penurunan stunting, AKI, AKB di kabupaten  Kupang. “Target kita adalah meningkatkan kualitas hidup ideal bebas stunting bagi anak-anak melalui intervensi maksimal yang terpadu, inovatif dan kolaboratif”, ujarnya. 

Beliau juga mengajak semua yang hadir saat ini agar bekerja sama  dan berkomitmen dalam menjalankan tugas masing-masing demi meningkatkan kualitas mutu layanan kesehatan bagi ibu dan anak agar target untuk menurunkan AKI, AKB dan stunting dapat terwujud dengan baik. (SN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *