Pemkot, Undana Kupang & BKKBN Provinsi NTT Bersinergi Dorong Percepatan Penurunan Stunting

Kupang,sonafntt-news.com.Pemerintah Kota  Kupang,  Universitas Nusa Cendana (Undana)  Kupang dan BKKBN Provinsi NTT   bersinergi bersama  melakukan langkah-langkah konkrit dengan mengoptimalkan potensi yang ada  guna mendorong  percepatan penanganan  Stunting 

Menurut Wakil  Walikota Kupang  dr. Hermanus Man, Stunting merupakan salah satu persoalan serius yang harus ditangani bersama  oleh karena itu saya mengajak Undana  Kupang dan  semua komponen untuk bergerak bersama memberikan edukasi tentang  dan melakukan tugas serta  peran masing -masing  yang berbasis  data dengan  tujuan  mendorong percepatan penanganan stunting.

Permintaan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kampanye percepatan penurunan stunting yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT di Auditorium Undana Kupang, Senin (4/4). 

Menurutnya upaya penurunan stunting  bukan hanya tanggung jawab pemerintah namun penangananya harus Pentahelix yang dimaksudkannya antara lain terdiri atas pemerintah, akademisi, termasuk Undana,  pelaku usaha, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan serta media sebagai pemberi informasi yang edukatif. 

Wawali berpesan  kepada para mahasiswa yang kedepan  bakal menjadi calon pengantin dan orang tua masa depan untuk mempersiapkan diri secara baik sebelum menikah agar kelak melahirkan bayi-bayi yang bebas stunting. Pemkot Kupang akan mengeluarkan regulasi yang mewajibkan para calon pengantin memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan, seperti batasan usia dan indeks massa tubuh sebelum pasangan calon pengantin diizinkan untuk menikah sebagai upaya pencegahan stunting mulai dari hulu. 

“Manusia yang hebat dihasilkan oleh rahim yang disiapkan secara baik dan benar,” ungkapnya. Selain itu Wawali juga menekankan tentang pentingnya asupan gizi dan nutrisi yang cukup bagi bayi, terutama pada 1000 hari pertama.

Sementara  Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, mengakui stunting sudah merupakan problem nasional.Selain itu, berdasarkan data yang ada, terdapar   5 kabupaten di NTT meraih angka stunting tertinggi secara nasional.  

Menurutnya  untuk menurunkan angka stunting hingga 14 persen sesuai target pemerintah pusat dibutuhkan kerja keras. Undana melalui program Merdeka Belajar Kampus Belajar yang dicanangkan Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi siap menerjunkan para mahasiswanya ke tengah masyarakat untuk mendampingi masyarakat sekaligus memberikan pemahaman tentang upaya penanganan stunting. Selain itu ada juga program lainnya seperti penelitian dan pengabdian masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting. 

Hadir dalam kampanye tersebut sebagai nara sumber, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang membawakan materi Kampanye Percepatan Penurunan Stunting dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru,SE., MPH yang membawakan materi tentang Kebijakan Program Bangga Kencana Untuk Percepatan Penurunan Stunting.  Turut mendampingi Wawali dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, drg. Fransisca J.H. Ikasasi dan Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu, SE, Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Kupang, I Gusti Agung Ngurah Suwarnawa beserta jajaran.  (Red/sn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *