PLN Terangi Oetuluh, Harapan Baru Warga Pelosok Timor

Kupang, SonafNTT-News.com. Kabar gembira datang dari Dusun Oetuluh, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Setelah bertahun-tahun menanti, warga kini selangkah lagi menikmati listrik di rumah mereka. PLN melalui UP2K Kupang telah menuntaskan pembangunan jaringan listrik desa dan menyelesaikan uji kelayakan jaringan.

Hadirnya listrik bukan sekadar menghadirkan cahaya di malam hari, tetapi juga membuka peluang baru bagi pendidikan, ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Warga menyambut penuh sukacita kabar yang menjadi simbol hadirnya pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Pulau Timor segera direalisasikan. Hal tersebut terpancar saat tim PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang mengunjungi warga dusun itu pada Senin (15/06/2026).

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) melalui UP2K Kupang telah menuntaskan pembangunan jaringan listrik desa di wilayah tersebut. Commissioning test (uji kelayakan jaringan) pun telah rampung sejak 2 bulan lalu untuk memastikan infrastruktur aman dan andal. Kini, warga tinggal menunggu waktu untuk menikmati terangnya listrik di rumah masing-masing.

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan keadilan energi hingga ke pelosok. “Harapan kami, dengan hadirnya listrik di kampung tersebut akan menyinari dan membawa harapan baru bagi masyarakat di tempat itu,” ujarnya. PLN akan terus bergerak cepat melistriki desa-desa terpencil demi mendorong pemerataan pembangunan.

Kepala Dusun Oetuluh, Darius Manu, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen PLN yang membawa perubahan nyata bagi desa mereka. “Saya atas nama masyarakat Dusun Oetuluh berterima kasih banyak kepada PLN UIW NTT atas bantuan penerangan listrik ini. Kehadiran listrik sangat berarti bagi kami yang dulunya hanya mengandalkan pelita,” ungkap Darius.

Dusun Oetuluh dihuni oleh 104 Kepala Keluarga (KK) dengan 3 fasilitas umum, yaitu gereja, Puskesdes, dan PAUD. Menurut Darius, listrik tidak hanya mengusir gulita, tetapi juga memicu produktivitas usaha warga yang selama ini terkendala tingginya biaya operasional mesin diesel. “Ibu-ibu penenun bisa bekerja di malam hari, dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman sampai malam,” tambahnya.

Efisiensi ini diakui pula oleh salah seorang warga, Yusuf Haninuna. Sebelum ada listrik, warga menghabiskan sekitar 10 liter minyak tanah per bulan untuk pelita. Hadirnya listrik PLN diyakini akan menekan biaya pengeluaran bulanan secara signifikan.

Manager PLN UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, berharap infrastruktur baru ini menjadi motor penggerak roda perekonomian setempat. “Kami berharap masuknya listrik di Dusun Oetuluh dapat memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” pungkas Koko.

Melalui kolaborasi sinergis antara PLN dan masyarakat, penyalaan listrik di Dusun Oetuluh ini diharapkan menjadi milestone penting bagi peningkatan kesejahteraan. PLN UIW NTT berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Exit mobile version