PLN Wilayah NTT Berhasil Realisasikan Listrik Bagi 8.234 calon Pelanggan Yang Terbesar Di 39 Desa

Kupang,sonafntt-news.com. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan melalui kerja keras yang tepat dan efektif serta tim work yang solid PLN Wilayah NTT berhasil merealisasikan listrik bagi 8.234 Calon pelanggan yang tersebar pada 39 Desa di Nusa Tenggara Timur.Dengan hasil tersebut rasio desa berlistrik di NTT hingga saat ini mengalami peningkatan dan sudah mencapai 95,47 %.

Hal ini disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko

Agustinus Jatmiko dalam keterangannya mengatakan bahwa dalam melistriki desa tersebut, PLN menghadapi sejumlah tantangan diantaranya letak geografis yang menantang. Namun berkat kerja sama dan komunikasi yang baik dari seluruh tim yang di kabupaten hingga kecamatan per 11 Februari 2021 Mengawali tahun 2021, PLN berhasil melistriki 39 Desa terpencil tersebar di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jatmiko menambahkan semoga dengan hadirnya listrik dapat meningkatkan roda perekonomian seperti UMKM, hasil laut, kerajinan, kios, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Jatmiko.

Pantauan media ini, sebelum dilistriki oleh PLN, masyarakat di 39 desa tersebut hanya menikmati penerangan melalui generator set (genset). Kini dengan hadirnya listrik warga bisa menikmati terang aliran listrik dengan harga yang murah dan aman. Salah satu warga Desa Nanga Bere, Kabupaten Manggarai Barat Blasius Juma, mengaku sangat bersyukur dan bergembira atas hadirnya listrik di desanya.

“Sekarang sudah ada listrik dari PLN, kami dapat menggunakan listrik di siang hari untuk usaha kami seperti meubel dan membuat es batu sendiri sehingga hasil laut yang didapat bisa bertahan lebih lama. Ini sungguh bermanfaat bagi kami dan menunjang perekonomian masyarakat,” ucap Blasius

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Rana Kulan Kabupaten Manggarai Timur, Rudolfus Ndate kepada PLN atas keberhasilannya menghadirkan listrik di desa mereka. “Semoga dengan hadirnya listrik ditengah masyarakat ini, dapat kita manfaatkan untuk peningkatan ekonomi dan peningkatan waktu belajar anak-anak dalam situasi pandemik seperti saat ini,” ungkap Rudolfus.

Untuk melistriki 39 desa tersebut, PLN membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 189,80 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 132,69 kms, dan Gardu sebanyak 44 buah dengan kapasitas daya 2200 kiloVolt Ampere (kVA). Berdasarkan data per Desember 2020 Rasio Elektrifikasi (RE) di NTT sebesar 87,31% sementara untuk Rasio Desa Berlistrik (RDB) di NTT per Januari 2021 sudah mencapai 95,47%. (Mf/SN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *