TTU, SonafNTT-News.com — Kabar baik datang dari kawasan perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Pembangunan Penggantian Jembatan Lelone yang berada di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, resmi rampung 100 persen dan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) sesuai dengan ketentuan kontrak yang berlaku.
Kepala Satuan Kerja PJN II, Fahrudin, ST., menyampaikan bahwa pekerjaan penggantian Jembatan Lelone telah diselesaikan dan proses PHO telah dilakukan.
“Penggantian Jembatan Lelone sudah selesai dan sudah dilakukan PHO dengan mengacu terhadap ketentuan kontrak yang berlaku,” ujar Fahrudin kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa, Jembatan yang menjadi bagian penting dari akses transportasi masyarakat di kawasan perbatasan tersebut dibangun menggunakan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan nilai kontrak sebesar Rp5.264.586.000.
Penggantian jembatan bentang pendek sepanjang 10 meter ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan, daya layan, serta kapasitas struktur agar mampu memenuhi kebutuhan lalu lintas saat ini.
Menurutnya, rampungnya pembangunan Jembatan Lelone sebagai Infrastruktur tersebut memiliki arti penting bagi kelancaran konektivitas masyarakat di wilayah perbatasan TTU yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste.
Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung pelayanan publik, sekaligus membuka akses distribusi barang dan jasa sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih baik.
Di sisi lain, jalur tersebut juga memiliki nilai strategis karena berada di kawasan perbatasan negara. Infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat maupun pelayanan pemerintahan di wilayah perbatasan.
Dengan konstruksi baru, Jembatan Lelone diharapkan mampu memberikan tingkat keamanan dan kenyamanan yang lebih baik bagi pengguna jalan. Struktur yang lebih kokoh juga diproyeksikan dapat mendukung kelancaran lalu lintas kendaraan, termasuk kendaraan dengan beban yang lebih besar.
Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah perbatasan, terutama jalur transportasi yang menghubungkan masyarakat di kawasan TTU dengan berbagai pusat pelayanan dan aktivitas ekonomi.
Kini, Jembatan Lelone bukan hanya menjadi penghubung antar kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang menopang mobilitas masyarakat di kawasan tapal batas Indonesia-Timor Leste.
Ia menegaskan bahwa, rampungnya pekerjaan dan telah dilaksanakannya PHO, masyarakat kini menantikan manfaat nyata dari hadirnya jembatan baru tersebut dalam menunjang aktivitas sehari-hari, distribusi logistik, pelayanan pemerintahan, serta pergerakan ekonomi di kawasan perbatasan TTU.
