Atambua, SonafNTT-News.com. Terpilihnya Agustinus Nahak secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Belu periode 2026–2031 menandai dimulainya babak baru kepemimpinan Partai Golkar di wilayah perbatasan RI–RDTL. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI yang berlangsung di Aula Timor Hotel Atambua, Agus Nahak memperoleh kepercayaan penuh dari seluruh peserta Musda untuk memimpin dan membesarkan Partai Golkar Belu selama lima tahun ke depan.
Kepercayaan yang diberikan kepada Agus Nahak tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kepemimpinan, tetapi juga sebagai momentum mempererat organisasi dalam menghadapi dinamika politik sekaligus meningkatkan kontribusi partai bagi pembangunan daerah.
Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur, Alai Nitin Susanto, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus menjaga kesinambungan dengan fondasi yang telah dibangun para pendahulu. Menurutnya, soliditas internal merupakan modal utama agar Partai Golkar tetap menjadi kekuatan politik yang dekat dengan masyarakat.
Alai berharap Golkar Belu mampu mengambil peran nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Harapan tersebut sejalan dengan semangat Partai Golkar yang mengusung tagline “Suara Golkar, Suara Rakyat.”
Selain itu, ia meminta seluruh jajaran pengurus segera melakukan konsolidasi hingga tingkat bawah, memperbarui data kepengurusan, serta memperkuat pendidikan politik agar masyarakat semakin memahami pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Menanggapi amanah tersebut, Agus Nahak kepada wartawan pada Jumat 26/6/2026 menegaskan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah membangun organisasi yang solid, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Agenda pertama yang akan dijalankan adalah konsolidasi dan restrukturisasi organisasi. Seluruh struktur kepengurusan akan dievaluasi dan diperkuat hingga tingkat desa, kelurahan. Langkah ini dinilai penting agar mesin partai mampu bekerja lebih efektif dalam menjalankan program dan menghadapi agenda politik mendatang.
“Kami akan fokus membentuk badan pengurus partai sampai ke tingkat desa dan kelurahan, bahkan bila perlu hingga tingkat TPS. Organisasi yang kuat harus dibangun dari akar rumput,” ujar Agus Nahak.
Di samping penguatan organisasi, Agus juga menempatkan kaderisasi sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan ruang yang luas kepada generasi muda dan kaum perempuan untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan partai maupun pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai keterlibatan anak muda dan perempuan akan menghadirkan gagasan baru, memperkuat inovasi, serta meningkatkan kedekatan Partai Golkar dengan seluruh lapisan masyarakat.
Selain berorientasi pada penguatan politik, kepengurusan baru Golkar Belu juga menempatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai program strategis. Agus mengatakan kader Golkar akan lebih banyak turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan potensi lokal.
Menurutnya, partai politik tidak cukup hanya hadir menjelang pemilu, tetapi juga harus menjadi mitra masyarakat dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan ekonomi, termasuk mendorong pengembangan usaha kecil, peningkatan keterampilan masyarakat, dan pemanfaatan potensi daerah secara maksimal.
Untuk mendukung langkah tersebut, Golkar Belu juga akan memperkuat komunikasi politik melalui media sosial dan platform digital sebagai sarana menyampaikan informasi secara cepat, terbuka, dan transparan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Selain itu, Agus Nahak memastikan proses penjaringan kader terbaik akan menjadi perhatian serius. Figur-figur yang memiliki integritas, rekam jejak baik, kapasitas kepemimpinan, dan elektabilitas akan dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi berbagai kontestasi politik pada masa mendatang.
Ia menegaskan bahwa dengan mengedepankan tiga pilar utama, yakni konsolidasi organisasi, kaderisasi berkelanjutan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia berharap ke depan Partai Golkar Kabupaten Belu menjadi organisasi politik yang semakin solid, adaptif terhadap perubahan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Belu.
