Tingkatkan Pelayanan Perbankan, BanK NTT Siap Sinergi Bersama Bank Jatim Untuk Pemenuhan Modal Inti Minimum
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Dalam rangka meningkatkan pelayanan Perbankan dengan mengacu terhadap ketentuan yang berlaku, PT.Bank Pembangunan Daerah siap membangun Sinergitas bersama dengan Bank Jawa Timur (Jatim) sebagai calon induk kelompok Usaha Bank (KUB) untuk pemenuhan target modal inti sesuai kesepakatan yang ditetapkan sebelumnya.
Demikian keterangan Plt.Direktur Utama Bank NTT Yohanis Landu Praing, SE, MM usai mengikuti Rapat bersama Pj.Gubernur NTT, para kepala Daerah dan ketua DPRD se- NTT, dengan agenda penguatan Modal PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur, rabu 30/10/2024.
Plt Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing menguraikan bahwa Rapat digelar hari ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menyatukan pemahaman bersama dengan para Bupati/Walikota dan Ketua DPRD guma penguatan modal inti dan hal ini sebagai acuan membangun sinergitas dengan Bank Jawa Timur (Jatim) sebagai calon induk kelompok Usaha Bank sesuai ketentuan.
“ Kami terus membangun komunikasi dengan dua bank jangkar dan jika salah satunya stagnan tentu adanya plan B.Poin ini yang urgen dibahas bersama dengan para bupati/ Walikota dan ketua DPRD Kabupaten/ Kota dan kami optimis sebelum akhir desember 2024 tentu sudah adanya perjanjian Kerja sama untuk pembentukan kelompok Usaha Bank ( KUB) guna pemenuhan modal inti Minimum” ungkapnya
Menurutnya, yang diutamakan dalam KUB adalah kolaborasi dan sinergitas dengan menyiapkan skema yang tepat untuk pemenuhan modal inti sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 12/PJOK.03/ Tahun 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang bertujuan peningkatan kualitas perbankan dalam mendukung pembangunan Nusa Tenggara Timur ke arah yang lebih baik.
Ia lanjut menerangkan, untuk mendukung pengembangan Layanan Bank, Bank Jatim akan melakukan penyetoran 100 Miliar dan komposisinya kita mengikuti bank jangkar dengan otomatis akan terpenuhi modal inti minimum sebesar 3 Triliun.
Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTT Japerman Manalu menguraikan bahwa agenda prioritas yang telah dibahas bersama para kepala daerah berkaitan dengan rencana Kelompok Usaha Bank (KUB) dan salah satunya dengan Bank Jatim.
“Sebelumnya ada komunikasi dengan Bank DKI namun belum ada kesepakatan terkait kepentingan bank DKI dan Bank NTT oleh karena itu adanya planning lain dimana secara formal sudah membangun komunikasi dengan Bank Jatim dan masih ada ruang non formal untuk membangun komunikasi dengan bank lain yang bermuara pada satu tujuan yang sama.
“ Terbentuknya KUB akan membuka ruang kerjasama dengan Bank Jatim dan berapapun nilai yang diberikan Bank Jatim ke Bank NTT tentu sudah memenuhi modal inti minimum, jadi tidak harus adanya jumlah tertentu” (Mf/SN).
