Tingkatkan Pembangunan Daerah, Pemkab Sumba Tengah Siap Sukseskan Lima Program Prioritas
Kupang, Sonaf NTT-News.com. Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah siap mensukseskan Lima program prioritas di antaranya bantuan beasiswa untuk 1000 anak dari keluarga kurang mampu, bantuan perumahan dan percepatan penangan stunting dengan tujuan meningkatkan pembangunan daerah dengan mengacu terhadap ketentuan yang berlaku.
Demikian pernyataan Bupati Sumba Tengah Drs.Paulus Sekayu Karugu Limu, usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTT di Hotel Aston, Kota Kupang rabu 14/5/2025.
Bupati Paulus menguraikan bahwa untuk memajuhkan Sumba Tengah ke arah yang lebih baik kami segera melaksanakan program-program prioritas di antaranya penyerahan bantuan beasiswa untuk 1000 anak kurang mampu
“ Untuk program besasiswa abadi di lakukan secara bertahap dimana satu tahun di berikan untuk 3000 anak dengan rincian per semester di berikan Rp.1.5000.000, dan satu tahun per mahasiswa mendapat Rp.3.000.000 sedangkan untuk biayanya diberikan dari semester 3,5,7, 8 dan perlu diketahui ini proggram sudah berhasil dilakukan untuk 5000 anak dari tahun lalu” ungkapnya
Ia lanjut menerangkan, hal ini juga ķami masukan di dalam RPJMD dan rencana kerja Daerah di fokuskan kepada orang-orang yang membutuhan yang di buktikan dengan rekomendasi dari tokoh agama seperti Pdt, Pastor, Haji, kareja mereka mengetahui secara detail keberadaan umat serta sebagai solusi menghindari konflik kepentingan.
Program berikut yang akan dilaksanakan yakni rumah mandiri atau rumah layak huni yang di prioritaskan kepada janda, yatim piatu dan keluarga secara data akurat tidak mampu secara ekonomi sedangkan untuk kegiatan dilapangan kami sudah memulai dengan target tahun pertama 5.000 unit rumah.
“Ukuran rumah tipe 36 (6×6), harus berlantai, beratap seng, ruangannya memenuhi standar yang di lengkapi MCK.Selain itu, untuk tahapsn teknis ada seleksi dari Dinas PUPR dan Inspektorat selanjutnya di tetapkan serta diumumkan secara terbuka penerima manfaat dengan mengacu terhadap 14 indikator untuk mengatasi kemiskinan bahkan hal ini sebagai salah satu target untuk menurunkan angka kemiskinan daerah setiap tahun 1 %, jadi kalau 5 tahun kemikinan bisa menurun 5 % bila di bandingkan secara nasional hanya turun 1 % “ ungkapnya
Di uraikan pula, untuk alokasi anggaran per rumah Rp 70. 000.000 dan selebinya di lakukan secara gotong royong atau swadaya sesuai kesepatakatan bersama tokok masyrakat dan tokoh adat setempat.
Ia lanjut menerangkan program ketiga yakni pemenuhan kebutuhan air bersih dimana secara data pada periode sebelumnya 70 % sudah terlayani dan sisa 30 % dan program keempat di fokuskan kepada ketahanan pangan dimana akan memperkuat sinergitas dengan pemerintah pusat untuk menghadirkan alat dan mesin pertanian
“Alat dan mesin pertanian merupakan salah satu kebutuhan prioritas untuk memperkuat kedaulatan pangan daerah dan nasional secara berkelanjutan” ungkapnya
Dijelaskan juga program prioritas yang ke lima berkaitan dengan percepatan penanganan stunting dimana dari angka stuntinh 45 % turun menjadi 8 % kemudian mengalami peningkatan jadi 18 % sehingga kami sekaranh membuat program bapa asuh melalui dukungan anggaran stakholder dan dana desa untuk menurunkan angka stunting.
