Undana dan Bank NTT Jajaki Kerja Sama Strategis, UMKM hingga Digitalisasi Kampus
Kupang, SonafNTT-News.com. Langkah besar menuju transformasi digital dan penguatan ekonomi daerah mulai dibangun. Universitas Nusa Cendana (Undana) dan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) resmi menjajaki kerjasama strategis yang tidak hanya menyasar modernisasi sistem keuangan kampus, tetapi juga pemberdayaan UMKM dan peningkatan literasi keuangan generasi muda di Nusa Tenggara Timur.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Undana, Kupang, Senin (8/6/2026), menjadi sinyal kuat bahwa dunia akademik dan sektor perbankan daerah mulai menyatukan kekuatan untuk menjawab tantangan era digital. Di tengah tuntutan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan, kolaborasi ini dinilai sebagai langkah progresif yang dapat membawa perubahan signifikan bagi puluhan ribu mahasiswa maupun pelaku usaha kecil di daerah.
Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah tawaran Bank NTT untuk mengintegrasikan sistem pembayaran kuliah berbasis Host to Host (H2H) dan Virtual Account Custom API. Melalui teknologi ini, seluruh transaksi pembayaran mahasiswa dapat diproses secara real-time, akurat, dan transparan. Bagi kampus dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 30 ribu orang, sistem tersebut berpotensi memangkas birokrasi administrasi yang selama ini kerap memakan waktu dan tenaga.
Transformasi ini bukan sekadar soal pembayaran kuliah. Integrasi data keuangan secara digital membuka peluang terciptanya tata kelola kampus yang lebih modern, efisien, dan akuntabel. Di era ketika digitalisasi menjadi ukuran daya saing institusi pendidikan, langkah Undana dinilai sebagai upaya untuk tidak tertinggal dalam arus perubahan teknologi.
Namun, kerja sama ini memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar digitalisasi kampus. Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi harus memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Artinya, kehadiran Bank NTT di lingkungan kampus tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga harus menghasilkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Undana memiliki sumber daya manusia yang besar untuk berkontribusi dalam pendampingan UMKM, pengembangan masyarakat, hingga penelitian terapan yang dapat dikolaborasikan dengan Bank NTT,” ujar Prof. Jefri Bale
Di sinilah peran UMKM menjadi sorotan. Dengan sumber daya akademik yang dimiliki, Undana berpeluang menjadi mitra strategis dalam pendampingan usaha kecil dan menengah, mulai dari peningkatan kapasitas manajemen usaha, riset pasar, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pemasaran. Sinergi ini berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru yang lebih kuat dan berkelanjutan di NTT.
Dari aspek potensi pasar, Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, memaparkan bahwa dengan total aset perusahaan yang kini menyentuh Rp20 triliun, kerja sama dengan Undana bernilai sangat strategis. Populasi mahasiswa Undana yang saat ini mencapai sekitar 30 ribuan orang merupakan segmen potensial untuk menggalakkan penetrasi inklusi keuangan.
(Direktur Kredit Bank NTT Aloysius Geong sedang memaparkan materi)
Dukungan juga datang dari Bupati Kupang Yosef Lede semakin mempertegas pentingnya kolaborasi ini. Sebagai salah satu pemegang saham Bank NTT, ia menilai dana yang dikelola bank daerah harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kerja sama dengan Undana dianggap sebagai salah satu jalan strategis untuk mempercepat modernisasi tata kelola keuangan sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.
(Bupati Kupang Yosef Lede sedang menyampaikan dukungan kerja sama Undana dan Bank NTT)


