Usman Husin Salurkan 30 Ribu Bibit Lele untuk Dua Pokdakan di Kota Kupang, Dongkrak Ekonomi Warga

IMG-20260719-WA0018

Kupang, SonafNTT-News.com. Bantuan nyata kembali hadir untuk masyarakat Kota Kupang. Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, menyerahkan bantuan budidaya ikan lele kepada dua Kelompok Pembudidaya Ikan Air Tawar (Pokdakan), yakni Pokdakan Lele 24 di Kelurahan Manulai II dan Pokdakan Dafd Jaya di Kelurahan Naikoten II. Bantuan tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan paket lengkap berupa rumah budidaya modern dengan enam kolam bioflok, 15.000 bibit ikan lele untuk masing-masing kelompok, serta pakan ikan yang siap digunakan. Total sebanyak 30.000 bibit lele disalurkan melalui aspirasi yang diperjuangkan Usman Husin di DPR RI.

Berdasarkan informasi yang di himpunan, Penyerahan bantuan yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) itu menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat diwujudkan melalui ribuan bibit lele ke dalam enam kolam bioflok di masing-masing lokasi, Usman Husin menunjukkan komitmennya menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Setiap kolam bioflok diisi sekitar 2.500 bibit lele, sehingga sistem budidaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan panen yang bernilai ekonomi tinggi dalam waktu relatif singkat.

Yang menarik, bantuan ini mengusung konsep budidaya modern berbasis bioflok, teknologi yang semakin diminati karena lebih hemat lahan, efisien dalam penggunaan air, dan mampu meningkatkan produktivitas. Sistem bioflok memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah menjadi sumber pakan alami, sehingga biaya produksi dapat ditekan sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat. Inovasi ini menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan seperti Kota Kupang yang memiliki keterbatasan lahan tetapi ingin mengembangkan usaha perikanan.

Dalam sambutannya, Usman Husin menyampaikan bahwa bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara baik dan benar-benar dikelola secara serius sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga para anggota kelompok. Menurutnya, permintaan ikan lele di Kota Kupang terus meningkat, terutama dari rumah makan, warung makan, dan pelaku usaha kuliner. Kondisi tersebut membuka peluang usaha yang menjanjikan bagi para pembudidaya ikan.

“Bantuan ini harus menjadi awal lahirnya usaha yang mandiri. Kalau dikelola dengan baik, hasilnya bukan hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” tegas Usman Husin.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bantuan ini Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, sektor perikanan air tawar dinilai memiliki prospek besar sebagai sumber protein masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal. Kehadiran rumah budidaya bioflok menjadi investasi jangka panjang yang diharapkan mampu menghasilkan produksi ikan secara berkelanjutan.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kota Kupang. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Ebend Doeka, menyampaikan apresiasi atas perhatian Usman Husin terhadap sektor perikanan. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dorongan besar bagi pengembangan budidaya ikan air tawar di Kota Kupang, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rasa syukur juga disampaikan para penerima bantuan. Ketua Pokdakan Lele 24, Alfared Seprianus Dere, dan Ketua Pokdakan Dafd Jaya, Haji Ismail Kasim, menyatakan komitmen mereka untuk mengelola bantuan secara profesional agar memberikan hasil maksimal. Mereka menilai bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat kecil, khususnya para pembudidaya ikan yang selama ini membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.

Program budidaya lele modern ini diharapkan menjadi contoh bahwa pembangunan sektor perikanan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan teknologi bioflok, bibit unggul, serta pendampingan yang baik, dua Pokdakan di Kota Kupang berpeluang menjadi sentra produksi lele yang mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal bahkan berkembang ke wilayah lain di Nusa Tenggara Timur.

Bantuan yang diperjuangkan Usman Husin ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi masyarakat dapat dimulai dari sektor-sektor produktif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jika dikelola secara berkelanjutan, program budidaya lele tersebut bukan hanya menghasilkan panen ikan, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan warga Kota Kupang

Exit mobile version