daerah

Wagub NTT Ajak Pemuda Katolik Jadi Pelopor Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Kupang, Sonaf NTT-News.com. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menggugah semangat kader Pemuda Katolik se-NTT dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Hotel Sahid T-More Kupang, Sabtu (21/8/2025). Hadir dalam acara ini Staf Ahli Menteri KKP RI Viktor Gustaaf Manoppo, Staf Ahli DPR RI, Defor Nasareno Lakapu, Kepala Bapperida Provinsi NTT, Alfonsus Theodorus, Romo Vikjen Keuskupan Agung Kupang, Romo Kris Saku, Ketua Dewan Komda NTT, Para Pastor, serta Perwakilan Organisasi Kepemudaan dan agama serta delegasi dari 22 kabupaten/kota se-NTT.

Di hadapan ratusan peserta dari 22 kabupaten/kota, Johni mengajak Pemuda Katolik untuk tidak lagi terjebak dalam rutinitas organisasi, tetapi bergerak menjadi pelopor ekonomi lokal dan penggerak kewirausahaan berbasis kearifan lokal.

“Kemandirian kader tidak mungkin dicapai tanpa keberanian masuk ke ruang-ruang ekonomi, sosial, dan kewirausahaan,” tegas Johni.

“Sudah saatnya Pemuda Katolik menjadi pelopor pencipta lapangan kerja, penggerak usaha kreatif, dan penguat ekonomi lokal.”

Mengusung tema “Optimalisasi Organisasi Berbasis Potensi Kader Menuju Kemandirian,” Rakerda Pemuda Katolik Komda NTT tahun ini menjadi momentum penting untuk bertransformasi. Bukan lagi sekadar berkegiatan, tapi membangun gerakan nyata yang berdampak sosial dan ekonomi.

Wagub Johni menantang setiap kader untuk menciptakan minimal satu usaha produktif di daerah masing-masing, memanfaatkan potensi lokal yang melimpah di NTT. Ia menekankan bahwa kearifan lokal harus menjadi fondasi kewirausahaan modern yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.

“Bayangkan jika di setiap kabupaten/kota ada satu usaha yang digerakkan Pemuda Katolik. Ini bukan mimpi. Ini tanggung jawab generasi muda untuk menjawab tantangan zaman dengan solusi konkret,” tegasnya.

Wagub juga menekankan pentingnya partisipasi Pemuda Katolik dalam mendukung program unggulan Pemprov NTT seperti NTT Mart, Dapur Flobamorata, One Community One Product, dan Gerakan Beli NTT. Inisiatif ini membuka ruang bagi anak muda untuk terlibat langsung dalam penguatan UMKM dan ekonomi kreatif lokal.

Tak hanya soal ekonomi, Johni juga menyebut tiga peran strategis yang bisa diambil Pemuda Katolik:

1. Mitra pemerintah dalam edukasi publik dan literasi digital.

2. Inisiator solusi sosial-ekonomi di akar rumput.

3. Inovator kewirausahaan yang mengangkat produk lokal.

Sebelumnya, Ketua Panitia Rakerda, Klemens Ola, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakerda ini merupakan ruang evaluasi dan perencanaan strategis untuk memperkuat kapasitas kader Pemuda Katolik. Ia menekankan pentingnya kontribusi aktif kader dalam menjawab kebutuhan zaman, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai iman.

“Pemuda Katolik bertanggung jawab mengambil peran strategis bergereja, berbangsa dan bernegara. Ini menjadi strategis memperkuat kapasitas kader melalui kontribusi aktif untuk menjawab kebutuhan jaman, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai iman,” ucapnya.

Untuk diketahui, Rakerda ini dirangkaikan dengan Misa Pembukaan Rakerda dan Seminar yang dilaksanakan selama dua hari (21-22 Agustus 2025).

Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia, Stefanus Asat Gusma dalam sambutannya menyampaikan bahwa NTT merupakan “Etalase Politik Kristiani” yang memiliki posisi strategis secara nasional.

“Kekuatan kita adalah kolaborasi. Kita perlu mengklaster potensi wilayah dan profesi, seperti politisi, ASN, wartawan, dan lainnya, agar peran Pemuda Katolik semakin terasa dan berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuven Tukung, menyebut Rakerda ini sebagai momentum menyusun fondasi gerakan ke depan.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat semangat perjuangan, membangun konsistensi, dan menunjukkan bahwa Pemuda Katolik hadir bersama pemerintah, Gereja, dan masyarakat,” kata Yuven.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan kader secara terarah dan sistematis demi mewujudkan kemandirian yang nyata.

“Rakerda ini kiranya menghasilkan langkah strategis untuk membangun bersama pemerintah dan berjalan bersama masyarakat,” pungkasnya.

About The Author