Kefamenanu,SonafNTT-News.com. Persoalan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, SH, menyerukan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten TTU.
Seruan tersebut disampaikan Kamillus Elu saat memimpin Rapat Pembahasan Isu Lingkungan Hidup di Wilayah Kecamatan yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten TTU, Senin (28/9/2026).
Rapat yang diselenggarakan oleh Bagian Pemerintahan Setda TTU itu melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Plt. Kalak BPBD, para camat, serta kepala seksi yang membidangi lingkungan hidup dari seluruh kecamatan se-Kabupaten TTU.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu instansi atau kelompok masyarakat. Dibutuhkan koordinasi dan kerja bersama agar berbagai persoalan lingkungan, termasuk sampah, dapat ditangani secara lebih efektif di tingkat kecamatan.
Menurutnya, setiap pihak memiliki tugas dan kewenangan masing-masing yang harus dijalankan secara optimal. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, sekolah, keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang bersih dan sehat.
Gerakan Menjaga Lingkungan Harus Dimulai Sejak Dini
Salah satu perhatian yang ditekankan dalam rapat tersebut adalah pentingnya membangun kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini.
Kamillus mendorong keterlibatan lembaga pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK dalam menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat lingkungan kepada generasi muda.
Langkah tersebut dinilai penting karena perilaku menjaga lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui himbauan, tetapi perlu dibangun menjadi kebiasaan sehari-hari.
Dari lingkungan sekolah, kebiasaan tersebut diharapkan dapat diteruskan ke lingkungan keluarga, desa hingga kecamatan sehingga terbentuk budaya hidup bersih yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Sampah Bukan Hanya Persoalan Pemerintah
Persoalan sampah menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam pembahasan. Pengawasan dan penanganan sampah di tingkat kecamatan dinilai membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Pemerintah memiliki kewenangan dalam pengaturan dan penanganan, namun keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam mengurangi, mengelola dan membuang sampah pada tempatnya.
Karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci. Pemerintah kecamatan dan desa, sekolah, keluarga, dunia usaha, serta masyarakat diharapkan dapat mengambil bagian sesuai peran masing-masing.
Dari Sekolah, Keluarga hingga Kecamatan
Kamilus Elu, lanjut menyampaikan bahwa Kesadaran menjaga lingkungan harus tumbuh dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Sekolah dapat menjadi tempat membangun karakter peduli lingkungan, keluarga menjadi ruang pertama membentuk kebiasaan, sementara pemerintah di tingkat desa dan kecamatan memperkuat pengawasan serta koordinasi.
Dengan kolaborasi tersebut, upaya menjaga lingkungan di TTU diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang berlangsung secara berkelanjutan.
“Lingkungan yang bersih dan sehat tidak lahir dari satu pihak. Ia tumbuh dari kepedulian bersama, dimulai dari sekolah, keluarga, desa dan kecamatan.”ujarnya
Ia menegaskan bahwa pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama .
