60 Kepala Sekolah Baru Dilantik di Kota Kupang, Dinas P & K Fokus Tingkatkan Literasi dan Numerasi Siswa/i
Kota Kupang, SonafNTT-News.com. Kota Kupang kembali membuat gebrakan di sektor pendidikan. Sebanyak 60 kepala sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP resmi dilantik oleh Wali Kota Kupang pada Rabu (29/4/2026). Langkah ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius membenahi kualitas pendidikan dari akar paling mendasar: kepemimpinan di sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, saat di temui wartawan pada Kamis 30/4/2026 menerangkan bahwa pelantikan ini mencakup kepala sekolah baru, pengukuhan dari pelaksana tugas menjadi definitif, hingga pergeseran antar sekolah. Menurutnya, peran kepala sekolah sangat krusial dalam mendorong perubahan nyata di lingkungan belajar.
Sorotan utama saat ini adalah literasi dan numerasi—dua kemampuan dasar yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Ernest tidak menampik bahwa minat baca siswa mengalami penurunan, salah satunya akibat masifnya penggunaan ponsel di kalangan pelajar. Sebagai respons, Dinas Pendidikan telah mengeluarkan imbauan pembatasan penggunaan handphone selama jam belajar di sekolah.
“Literasi bukan hanya soal bisa membaca, tapi bagaimana siswa memiliki kebiasaan dan kecintaan terhadap membaca. Ini yang mulai terkikis,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kemampuan numerasi siswa juga menjadi perhatian serius. Masih banyak siswa yang belum menguasai operasi hitung dasar seperti perkalian dan pembagian. Untuk mengatasi hal ini, berbagai program mulai digencarkan, mulai dari lomba internal sekolah hingga kompetisi tingkat kota seperti cerdas cermat MIPA dan bahasa.
Namun, pemerintah menyadari bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Peran orang tua dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Pendekatan pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat—dianggap sebagai strategi kolaboratif untuk membangun ekosistem pendidikan yang kuat.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan lain yang telah dilakukan yakni lomba debat bahasa Inggris dan kami menemukan bahwa anak-anak jaman sekarang sangat kritis dimana kita dihadapkan harus beradaptasi dengan keadaan hari ini yakni ketergantungan yang begitu besar dan di saat yang sama kita diminta untuk membentuk karakter anak-anak sesuai etika dan norma oleh karena itu pintar saja tidak cukup namun anak-anak yang harus memiliki karakter yang baik, memiliki terhadap cinta lingkungan, membangun interaksi yang baik dengan sesama dan interaksi dengan orangtua di rumah dan di lain sisi kami sadar bahwa masih di temukan anak-anak yang belum lancar membaca dan kami berkomitmen agar anak-anak yang sudah usia sekolah memberikan pendampingan intensif mengatasi anak-anak yang lambat membaca dan berhitung
“Kami berharap berikan waktu untuk bekerja dan tentunya membutuhkan konkret dari semua pihak sehingga ke depan anak-anak bisa membaca dan berhitung dengan baik guna menunjang pengetahuan di setiap jenjang pendidikan dan harus generasi yang berkualitas di masa mendatang” pungkasnya
