daerah

Anggaran 674 Miliar Digelontorkan, BPJN NTT Genjot Progres Jalan dan Jembatan

Kupang, Sonaf NTT-News.com. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memacu pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayahnya. Pada tahun anggaran berjalan, BPJN NTT mengelola dana sebesar Rp674 miliar yang bersumber dari APBN, guna menunjang berbagai kegiatan strategis yang mendukung konektivitas dan ketahanan wilayah terutama berkaitan Jalan dan Jembatan.

 

 

Dalam kegiatan Coffee Morning bersama insan media, Kepala BPJN NTT, Janto, SE, ST,MSc menegaskan komitmennya dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur, sekaligus membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima masukan yang konstruktif dari publik dan media.

 

“Saya sangat terbuka terhadap kritik dan saran demi kemajuan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan dan jembatan di NTT,” ujar Janto kepada awak media, Jumat 28/8/2025.Turut hadir Plt.Kasubag Umum dan Tata usaha Melkianus Ouw, SH, Kepala Seksi Preservasi (Pengawasan) Rofinus Ngilo, ST, Kasatker PJN Wilayah I NTT, Azhari, Kasatker PJN Wilayah II NTT, Fahrudin, Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan (KPIJ) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi NTT, Mahmah Dian Mahendra dan Staf lingkup BPJN NTT.

 

 

Kepala BPJN BPJN NTT Janto menguraikan bahwa saat ini fokus pada sejumlah proyek strategis, salah satunya adalah mendukung suksesnya event internasional Tour The NTT, dimana sebagian besar jalur balap melintasi jalan nasional. Karena itu, perbaikan dan pemeliharaan jalan menjadi prioritas utama.

 

“Kami pastikan semua jalan berlubang yang dilewati peserta Tour The NTT akan rampung paling lambat 4 September,” tegas Janto.

 

 

Ia lanjut upaya lain sedang dilakukan yakni pengadaan rambu-rambu lalu lintas, pembersihan rumput, hingga penempatan alat berat di lokasi rawan longsoran untuk mensukseskan Tour The NTT.

 

Selain itu, perhatian juga tertuju pada penanganan akses hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi. BPJN turut mendukung penyediaan infrastruktur jalan menuju lokasi huntap agar bisa segera dimanfaatkan.

 

 

Sementara dari total anggaran Rp 674 miliar, sejauh ini progres fisik telah mencapai 44,74%, sementara beberapa paket proyek seperti peningkatan Jalan Telepati baru menunjukkan progres fisik sebesar 22%. Di sisi lain, progres keuangan secara keseluruhan terus dikebut.

 

Jalan strategis lain yang menjadi perhatian adalah Jalan Sabuk Merah di Lamaknen Selatan, yang kondisinya dinilai memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius. Selain itu, penanganan jalan di kawasan perbatasan seperti Nurobo, menurut BPJN, membutuhkan usulan dari pemerintah daerah agar dapat diproses melalui mekanisme Inpres Jalan Daerah (IJD).

 

 

 

 

Janto menegaskan bahwasanya menekankan bahwa kehadirannya di NTT membawa misi untuk memajukan infrastruktur sebagai fondasi utama pembangunan wilayah. Dalam waktu dekat, BPJN juga menunggu petunjuk teknis terkait jalan Inpres dan teknis pengadaan melalui e-Katalog versi 6, agar realisasi pembangunan bisa terus berjalan tanpa hambatan administratif.

 

 

 

Dalam kesempatan itu, dilakukan dialog bersama dengan penuh hikmah dan menanggapi pertanyaan dari sejumlah awak media Kepala Seksi Preservasi (Pengawasan) Rofinus Ngilo, ST, menambahkan bahwa Penanganan Jalan Nasional di wilayah perbatasan Nurobo sempat dilakukan pada masa pemerintahan sebelumnya. Namun, untuk kelanjutan pembangunan, dibutuhkan usulan resmi dari pemerintah daerah agar dapat diproses melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Sementara itu, pemerintah saat ini tengah fokus pada program ketahanan pangan, sehingga prioritas infrastruktur menyesuaikan dengan arah kebijakan nasional.

 

Terkait usulan peningkatan status jalan provinsi menjadi jalan nasional, prosesnya masih berlangsung dan kini sedang dibahas lebih lanjut di tingkat kementerian sesuai prosedur yang ditetapkan.

 

 

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *