Sumba Timur, SonafNTT-News.com. Masa reses yang umumnya dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat, bagi Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai Gerindra, Stevanus Come Rihi, justru menjadi momentum menghadirkan solusi nyata bagi warga.
Di tengah sulitnya akses menuju sejumlah wilayah terpencil di Kabupaten Sumba Timur, Stefanus Come Rihi turun langsung bersama masyarakat memfasilitasi melakukan pemasangan 12 titik sumur bor sebagai upaya menjawab persoalan krisis air bersih yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan utama warga.
Kepada wartawan, Kamis (2/7/2026), Stefanus mengatakan bahwa reses bukan hanya agenda konstitusional untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, tetapi juga harus menghasilkan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung.
“Saat ini saya sedang melakukan reses sebagai wakil rakyat dan sedang melakukan pemasangan sumur bor bersama masyarakat di 12 titik di wilayah Sumba Timur yang sulit diakses. Lima titik sumur bor sudah pasang dan sisa 7 paket yang masih berproses. Untuk di ketauhi untuk sampai ke sini membutuhkan waktu yang cukup lama dan kami harus bermalam-malam di lapangan,” ujarnya.
Menurut Stefanus, kehadiran sumur bor tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat, terutama di daerah yang setiap tahun menghadapi krisis air saat musim kemarau.
Ia menilai, akses terhadap air bersih bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong pembangunan ekonomi di pedesaan.
Selain menyediakan air bersih bagi warga, keberadaan sumur bor juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan sektor pertanian melalui ketersediaan air untuk irigasi. Dengan pasokan air yang lebih stabil, produktivitas lahan pertanian dapat tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau yang panjang.
Di sisi lain, masyarakat juga tidak lagi bergantung pada pasokan air tangki maupun harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air bersih. Waktu dan tenaga yang sebelumnya digunakan untuk mencari air dapat dialihkan ke aktivitas ekonomi yang lebih produktif.
Stevanus menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kehadiran negara dapat dirasakan hingga ke pelosok yang selama ini sulit dijangkau.
“Sebagai wakil rakyat, saya memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan kerja-kerja konkret demi kelangsungan hidup masyarakat di berbagai aspek. Salah satu yang paling mendasar adalah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah terpencil di Sumba Timur, dapat terpenuhi,” tegasnya.
Langkah tersebut mendapat perhatian karena memperlihatkan pendekatan pembangunan yang tidak berhenti pada penyerapan aspirasi, tetapi berlanjut pada pelaksanaan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa di tengah tantangan keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah NTT, penyediaan akses air bersih dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“ Pemasangan 12 titik sumur bor itu diharapkan menjadi awal dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat di berbagai wilayah terpencil di Kabupaten Sumba Timur.” ujarnya












