Kupang SonafNTT-News.com. – Kabar baik bagi masyarakat Kota Kupang. Proyek pembangunan Jembatan Oesapa Besar akhirnya resmi memasuki tahap pelaksanaan setelah kontrak pekerjaan ditandatangani pada 26 Juni 2026 dengan nilai mencapai Rp 66 miliar sedangkan penyedia jasa PT.Selosari yang di Pimpin oleh Muhammad Rifai.
Hal tersebut disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur, Paul Hugo Zachariasz, ST, MT, saat ditemui wartawan pada Jumat (3/7/2026).
Menurut Paul Hugo Zakarias , proyek tersebut dilaksanakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) selama 540 hari kalender atau sekitar 18 bulan. Jembatan yang akan dibangun memiliki panjang 100 meter dengan lebar 14 meter, menggantikan jembatan lama dengan konstruksi yang lebih kuat, aman, dan mampu menjawab kebutuhan transportasi masyarakat dalam jangka panjang.
“Untuk masa kontrak selama 540 hari atau 18 bulan dengan sistem multiyears. Panjang jembatan 100 meter dan lebar 14 meter,” jelasnya.
Ia menerangkan, pada tahun anggaran 2026 pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 25 miliar untuk tahap awal pekerjaan di lapangan. Fokus pelaksanaan tahun pertama diarahkan pada pembangunan jembatan darurat agar arus lalu lintas tetap berjalan selama proses konstruksi, sekaligus mempersiapkan pembangunan struktur utama, termasuk pengadaan balok girder sebagai komponen penting jembatan.
Tahapan tersebut dinilai menjadi fondasi utama sebelum pembangunan struktur permanen dilaksanakan secara penuh pada tahun berikutnya.
tujuan utama pembangunan Jembatan Oesapa Besar bukan sekadar mengganti jembatan lama, tetapi menghadirkan infrastruktur yang lebih andal untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperkuat konektivitas di Kota Kupang ” ujarnya
Keberadaan jembatan baru diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dari kawasan pesisir Oesapa menuju pusat Kota Kupang, serta meningkatkan akses menuju Bandar Udara Internasional El Tari yang menjadi salah satu pintu gerbang utama Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, proyek strategis tersebut juga diproyeksikan menjadi penggerak aktivitas logistik. Jalur ini merupakan salah satu lintasan penting distribusi barang, kendaraan umum, maupun kendaraan pribadi sehingga pembangunan jembatan baru diyakini akan mengurangi hambatan transportasi yang selama ini terjadi.
Dengan kapasitas dan konstruksi yang lebih baik, waktu tempuh masyarakat diperkirakan akan semakin singkat, kemacetan dapat ditekan, dan konektivitas antar kawasan menjadi lebih efisien.
Ia menambahkan dari sisi ekonomi, pembangunan Jembatan Oesapa Besar diharapkan membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya warga pesisir Oesapa. Akses yang lebih mudah diyakini akan mendorong pertumbuhan perdagangan, memperlancar distribusi hasil usaha masyarakat, meningkatkan investasi, serta mempercepat perkembangan kawasan di sekitar jembatan.
Ia juga menyampaikan bahwa aspek kualitas menjadi prioritas utama selama proses pembangunan. Seluruh pekerjaan akan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis agar menghasilkan jembatan yang kokoh, aman, dan memiliki umur layanan yang panjang.












