Kupang, SonafNTT-News.com.Pembangunan Jembatan Gantung Pulau Usu yang menghubungkan Pulau Usu dengan Pulau Rote di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Juli 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen, menandai tahapan penting dalam pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu membuka akses yang lebih aman dan cepat bagi masyarakat.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Nusa Tenggara Timur, Azhari, ST, MT, saat ditemui wartawan pada Jumat (3/7/2026), menguraikan bahwa percepatan pekerjaan harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga mutu konstruksi.
Menurutnya, salah satu faktor yang menjadi perhatian saat ini adalah mobilisasi material utama, khususnya baja yang telah dipesan. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam proyek agar memperkuat koordinasi sehingga pengiriman material tidak mengalami keterlambatan, mengingat pembangunan jembatan tersebut melibatkan dua penyedia jasa.
“Ini harus diperhatikan dengan baik sehingga material yang dipesan sampai tepat waktu dan pekerjaan tetap mengutamakan kualitas,” tegas Azhari.
Ia lanjut menjelaskan, jembatan gantung tersebut memiliki panjang 100 meter dengan lebar 1,5 meter. Sesuai kalender kerja, proyek ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.
Bagi Pemerintah,pembangunan Jembatan Pulau Usu bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selama ini, warga Pulau Usu masih menghadapi keterbatasan akses menuju Pulau Rote, terutama saat cuaca kurang bersahabat.
Keberadaan jembatan nantinya diproyeksikan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta memperkuat konektivitas antar wilayah di Kabupaten Rote Ndao. Dampak lainnya diharapkan dapat dirasakan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, salah satu manfaat yang paling dinantikan adalah kemudahan akses bagi anak-anak sekolah. Selama ini, mereka harus menyeberangi perairan setiap hari untuk mengikuti kegiatan belajar. Dengan hadirnya jembatan gantung, perjalanan menuju sekolah diharapkan menjadi lebih aman, lebih cepat, dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca.
Karena itu, Azhari menekankan bahwa target penyelesaian akhir tahun 2026 harus dicapai tanpa mengorbankan standar kualitas konstruksi. Baginya, ketepatan waktu dan mutu pekerjaan merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan infrastruktur.
Ia menegaskan bahwa dengan progres yang telah mencapai 30 persen, pemerintah berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berlangsung sesuai jadwal. Apabila mobilisasi material berjalan lancar dan koordinasi antara pihak terus terjaga, Jembatan Gantung Pulau Usu diharapkan segera menjadi penghubung vital yang membuka akses lebih luas, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao.












