Luar Biasa, Atlet Kungfu Tradisional NTT Borong 7 Medali di Kejurnas, Ada yang Jual Madu Demi Berangkat

Screenshot_20260713-152857_Video Player

Kupang, SonafNTT-News.com. Kisah perjuangan atlet Kungfu Tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi. Dengan semangat pantang menyerah, kontingen Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) NTT berhasil mengharumkan nama daerah di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Surabaya dengan membawa pulang tujuh medali, terdiri atas satu emas, dua perak, dan empat perunggu.

Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena seluruh perjuangan dilakukan dengan keterbatasan. Bahkan, salah seorang atlet asal Amfoang harus menjual madu demi mengumpulkan biaya agar bisa berangkat mengikuti Kejurnas. Pengorbanan itu akhirnya terbayar dengan prestasi yang membanggakan.

Ketua AKTI NTT,  Johan J.Oematan, SH, M. Si mengungkapkan, sebanyak 11 atlet diberangkatkan ke Surabaya. Meski baru pertama kali mengikuti Kejurnas, para atlet mampu bersaing dengan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia.

“Perjuangan anak-anak luar biasa. Ada atlet dari Amfoang yang menjual madu agar bisa mengikuti Kejurnas. Semangat mereka membuktikan bahwa tekad yang kuat mampu mengalahkan segala keterbatasan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Menurut Johan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, dan pengurus yang selama ini membangun Kungfu Tradisional di NTT secara mandiri. Hampir seluruh biaya keberangkatan ditanggung sendiri oleh atlet dan pengurus. Hanya kontingen dari Sumba yang memperoleh sedikit bantuan dari pemerintah daerah.

Tidak hanya atlet, para wasit dari beberapa kabupaten juga rela datang menggunakan biaya pribadi demi mendukung perkembangan Kungfu Tradisional di NTT. Semangat gotong royong dan komitmen itulah yang menjadi kekuatan utama organisasi tersebut.

Meski telah menorehkan prestasi nasional, Johan Oematan mengakui bahwa Kungfu Tradisional hingga kini belum menjadi cabang olahraga dibawah KONI. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri dalam memperoleh dukungan pembinaan dan pendanaan.

Karena itu, ia berharap prestasi yang diraih para atlet dapat menjadi perhatian pemerintah daerah. Yohanes mengaku telah menyampaikan langsung capaian tersebut kepada Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, serta meminta dukungan berupa penghargaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para atlet.

“Saya sudah menyampaikan kepada Bapak Gubernur tentang prestasi yang kami raih. Kami berharap ada dukungan, minimal berupa piagam penghargaan sebagai langkah awal. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga untuk meningkatkan kapasitas atlet-atlet kami,” ujar Johan Oematan, yang juga Anggota DPR NTT

Yohanes, yang baru dilantik sebagai Ketua AKTI NTT pada 5 Juli 2026 di Surabaya bersamaan dengan pelaksanaan Kejurnas, optimistis masa depan Kungfu Tradisional di NTT akan semakin cerah. Saat ini, organisasi tersebut telah terbentuk di enam kabupaten/kota dan menargetkan kepengurusan hadir di seluruh wilayah NTT pada tahun ini.

Ia menegaskan target berikutnya adalah menyelenggarakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Sumba dan Flores sebagai ajang pembinaan atlet menuju level nasional bahkan internasional.