Flores Timur, SonafNTT-News.com — Pembangunan dan peningkatan ruas Jalan Nasional Simpang Hokeng–Simpang Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, memasuki tahap akhir. Hingga September 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 85 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk menjaga kemantapan jalan nasional sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah Flores.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) NTT Wilayah IV melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5, Victor A. Nale, ST, mengatakan pekerjaan peningkatan ruas tersebut dilaksanakan secara bertahap sejak 2025 hingga 2026.
“Pekerjaan jalan dilakukan secara bertahap 2025 dan 2026. Total kontraknya sekitar Rp42 miliar, sedangkan panjang jalan 10 kilometer,” ujar Victor kepada wartawan, Jumat (rabu/9/2026).
Progres 85 Persen, Target Oktober
Menurut Victor, progres fisik yang telah mencapai 85 persen menunjukkan pekerjaan di lapangan terus bergerak menuju tahap penyelesaian.
Pihaknya optimistis pekerjaan dapat dirampungkan pada Oktober 2026. Namun, percepatan penyelesaian tetap dibarengi dengan perhatian terhadap mutu pekerjaan konstruksi.
“Kami optimis bulan Oktober pekerjaan akan rampung dengan mengutamakan kualitas pekerjaan konstruksi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Target tersebut menjadi perhatian penting mengingat ruas jalan yang ditangani memiliki panjang sekitar 10 kilometer dan menjadi salah satu akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut.
Rp 42 Miliar untuk Peningkatan Jalan
Untuk menangani ruas Jalan Simpang Hokeng–Simpang Pululera, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp42 miliar yang dilaksanakan secara bertahap.
Pada 2025, anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp 38 miliar dengan volume pekerjaan sekitar 8,35 kilometer. Selanjutnya, pada 2026 terdapat tambahan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum sekitar Rp4 miliar untuk mendukung kelanjutan pekerjaan.
Dengan demikian, total penanganan jalan tersebut mencakup sekitar 10,250 kilometer
Ia lanjut menyampaikan bahwa, Peningkatan jalan nasional ini tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik. Bagi masyarakat, kemantapan jalan berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas sehari-hari.
Jalan yang lebih mantap diharapkan dapat memudahkan masyarakat bepergian, memperlancar distribusi barang dan hasil produksi, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah Flores Timur.
Victor menegaskan bahwa kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Yang utama adalah kualitas pekerjaan sehingga memudahkan akses masyarakat melakukan kegiatan sesuai kebutuhan masing-masing dan terutama mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.












