BPJN NTT Bergerak Cepat, 94 Titik Jalan Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Ditangani Sementara

20250212506680006580349901172

Flores, SonafNTT-News.com — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores berdampak signifikan terhadap infrastruktur jalan dan jembatan nasional. Menyikapi kondisi tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) Provinsi NTT bergerak cepat melakukan identifikasi sekaligus penanganan awal terhadap sejumlah titik kerusakan.

Hasil pendataan intensif tim di lapangan menunjukkan terdapat 94 titik kerusakan pada ruas jalan nasional yang terdampak gempa beserta dampak ikutannya. Selain itu, tim juga menemukan 16 jembatan dan tiga deker yang mengalami kerusakan.

Langkah cepat dilakukan bukan sekadar untuk mendata kerusakan, tetapi juga memastikan jalur nasional tetap berfungsi. Sebab, akses jalan tersebut menjadi salah satu jalur penting untuk mobilisasi logistik, bantuan kemanusiaan, serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Kasatker P2JN Provinsi NTT, Adria Muharami Fitra, ST., M.Eng, saat ditemui wartawan pada Jumat 11/9/2026 mengatakan bahwa dari 94 titik kerusakan jalan yang ditemukan, sebanyak 75 titik disebabkan oleh longsor. Material longsoran sempat menutup badan jalan sehingga berpotensi menghambat arus lalu lintas dan distribusi bantuan.

Menurutnya, BPJN NTT pasca gempa langsung melakukan pembersihan material longsoran, batu-batuan, serta debris yang menutup badan jalan. Penanganan sementara dilakukan agar akses kembali terbuka dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Dari 94 titik jalan yang rusak, sudah dilakukan penanganan sementara dan saat ini sudah berfungsi untuk mobilisasi logistik bantuan kepada masyarakat. Batu-batu yang jatuh ke jalan sudah dibersihkan, termasuk debris yang menghalangi badan jalan,” ujarnya

Ia lanjut menyampaikan bahwa Tim BPJN NTT bahkan berada di lokasi terdampak gempa selama hampir dua minggu untuk memastikan kondisi jaringan jalan nasional di wilayah Flores dapat diidentifikasi secara menyeluruh.

“Kita di lokasi gempa hampir dua minggu untuk mengidentifikasi kerusakan jalan nasional di wilayah Flores,” ujarnya.

31 Titik Butuh Penanganan Permanen

Di balik keberhasilan membuka kembali akses jalan, pekerjaan rumah belum selesai. Berdasarkan hasil identifikasi teknis, terdapat 31 titik kerusakan jalan yang membutuhkan penanganan permanen.

Dari jumlah tersebut, 11 titik berada di wilayah kerja Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi NTT, sedangkan 20 titik lainnya berada di wilayah kerja Satker PJN Wilayah IV Provinsi NTT.

Penanganan permanen menjadi tahapan penting agar kerusakan akibat gempa tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi dapat dipulihkan dengan konstruksi yang lebih aman dan berkelanjutan.

BPJN NTT memastikan prioritas utama tetap pada menjaga konektivitas jalan nasional, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan pasca bencana tidak terputus.

Wae Pesi dan Dampek Jadi Perhatian Khusus

Selain ruas jalan, kondisi jembatan nasional juga menjadi perhatian. Dua jembatan yang mendapat perhatian khusus adalah Jembatan

Menurutnya, Jembatan Wae Pesi bahkan telah ditinjau langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum di lokasi terdampak gempa.

Berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan teknis oleh tim Direktorat Bina Teknik, termasuk Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur, kedua jembatan tersebut dinilai relatif masih aman sehingga tidak diperlukan penggantian jembatan secara keseluruhan namun dilakukan sesuai ketentuan konstruksi.

Untuk Jembatan Wae Pesi, penanganan permanen akan diarahkan pada rehabilitasi sejumlah komponen yang mengalami kerusakan maupun pergeseran akibat gempa. Selain itu, beberapa pekerjaan yang disiapkan antara lain penggantian expansion joint, reposisi rangka jembatan yang bergeser, perbaikan tembok yang mengalami keretakan, serta penggantian elastomer.

Sementara pada Jembatan Dampek, bagian oprit jembatan menjadi salah satu perhatian utama. Penanganan sementara telah dilakukan untuk memastikan jembatan tetap dapat berfungsi secara fungsional dan lalu lintas tetap berjalan.

Untuk tahap permanen, BPJN NTT telah mengusulkan pekerjaan lanjutan yang akan dilaksanakan pada tahap berikutnya.

Akses Bantuan Jadi Prioritas

Kerusakan infrastruktur pasca gempa bukan hanya persoalan fisik jalan dan jembatan. Terputusnya konektivitas dapat berdampak langsung terhadap proses evakuasi, distribusi kebutuhan pokok, pelayanan masyarakat, hingga percepatan pemulihan wilayah terdampak. Karena itu, langkah BPJN NTT melakukan penanganan sementara terhadap 94 titik kerusakan menjadi bagian penting dalam menjaga agar jaringan jalan nasional tetap berfungsi.

Exit mobile version