daerah

Dari 24 Ribu ke 87 Ribu Pengguna: MPP Kota Kupang Catat Lonjakan Layanan Tertinggi di 2025

Kupang, SonafNTT-News.com. Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang mencatatkan lompatan kinerja yang mencuri perhatian publik nasional. Sepanjang Tahun 2025, jumlah pengguna layanan melonjak tajam hingga 87.614 orang, naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Tahun 2024 yang hanya 24.570 pengguna. Lonjakan ini menjadi salah satu peningkatan tertinggi di antara 106 MPP yang dievaluasi secara nasional oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Peningkatan jumlah pengguna sejalan dengan kenaikan kualitas layanan. Pada Evaluasi Penyelenggaraan MPP Tahun 2025, MPP Kota Kupang yang dikelola Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang berhasil meraih predikat Baik, meningkat signifikan dari Tahun 2024 yang masih berada pada kategori Cukup. Capaian ini menandai perubahan nyata dalam tata kelola pelayanan publik di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.

Tak hanya dari sisi kuantitas, kepuasan masyarakat juga menunjukkan tren positif. Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Triwulan III Tahun 2025 mencatat skor 90 dengan mutu pelayanan A dan kinerja Sangat Baik, meningkat dibandingkan Tahun 2024 yang berada pada skor 86 dengan mutu B. Angka ini mempertegas bahwa lonjakan pengguna tidak mengorbankan kualitas pelayanan.

Daya tarik MPP Kota Kupang semakin kuat dengan bertambahnya instansi dan jenis layanan. Sepanjang 2025, sebanyak 23 instansi bergabung dengan total 133 jenis layanan, meningkat dari Tahun 2024 yang hanya melibatkan 15 instansi dan 98 layanan. Mayoritas masyarakat mengakses layanan langsung di Gedung MPP sebanyak 81.145 pengguna, sementara sisanya memanfaatkan layanan Car Free Day dan Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) yang menjangkau masyarakat hingga ke ruang-ruang publik.

Dampak nyata lainnya terlihat pada peningkatan penerimaan daerah, khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Melalui layanan SAMSAT di MPP Kota Kupang, penerimaan PKB Tahun 2025 mencapai Rp5,72 miliar, melonjak drastis dari Tahun 2024 yang hanya Rp1,98 miliar. Fakta ini menegaskan bahwa kemudahan layanan publik berbanding lurus dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat.

Kepala DPMPTSP Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, menyebut lonjakan ini sebagai buah dari pembenahan menyeluruh yang dilakukan secara konsisten. Salah satu terobosannya adalah rebranding pelayanan dari slogan “cepat” menjadi “BESTI: Beres dan Pasti”, sebuah pendekatan yang menekankan kepastian, kejelasan, dan kedekatan dengan masyarakat.

Konsep BESTI kemudian diwujudkan melalui layanan terintegrasi dan ekosistem pelayanan, di mana berbagai urusan penting—mulai dari perizinan usaha, kependudukan, BPJS, perpajakan, hingga perbankan—dapat diselesaikan dalam satu tempat dan satu kunjungan. Pendekatan ini diperkuat dengan strategi “pelayanan dua kaki”, yakni pelayanan aktif yang turun langsung ke tengah masyarakat untuk memperkenalkan dan mendekatkan MPP kepada warga.

Lonjakan pengguna hingga hampir empat kali lipat dalam satu tahun menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. MPP Kota Kupang kini tidak hanya menjadi pusat pelayanan, tetapi juga simbol perubahan wajah birokrasi—lebih ramah, pasti, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *