Politik

Gubernur Melki dan Ketua DPP PAN Kompak Serukan Politik Pengabdian untuk Rakyat NTT

Kupang, SonafNTT-News.com. Semangat pengabdian dan keberpihakan kepada rakyat menjadi pesan utama dalam pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Nusa Tenggara Timur yang berlangsung penuh semangat kebersamaan.

 

 

Dalam momentum politik tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan tampil kompak menyerukan pentingnya politik yang berpihak kepada rakyat, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

 

Di hadapan ratusan kader PAN dari seluruh kabupaten/kota di NTT, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa politik sejatinya adalah ruang pengabdian. Ia mengajak para pengurus DPW dan DPD 22 Kabupaten/Kota yang baru dilantik agar tidak menjadikan jabatan partai sebagai simbol kekuasaan semata, melainkan sebagai jalan perjuangan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

 

“Politik tidak boleh jauh dari rakyat. Politik harus hadir menjawab penderitaan, kebutuhan, dan harapan masyarakat,” tegas Gubernur Melki saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional se-Nusa Tenggara Timur periode 2024–2029 yang digelar di Graha Cendana, Universitas Nusa Cendana, Jumat (15/5/2026).

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sekaligus Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto, Ketua DPW PAN NTT Ahmad Yohan, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia J. Nomleni, Walikota Kupang dr.Christian Widodo Bupati TTU G Yosep Falentinus Kebo, Wakil Bupati Ngada, Bupati Kupang, Bupati Lembata, Bupati Manggarai Timur, Bupati Nagekeo, Ketua DPW Hanura NTT, Mantan Walikota Kupang Jefri Riwu Kore, Wakil Ketua DPW PAN NTT Natalia Suryanto, Tenaga Ahli Bidang Pengawasan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kemenko Pangan RI, Brigjen TNI (Purn) Simon Petrus Kamlasi, serta kader dan simpatisan PAN dari berbagai kabupaten/kota

 

Gubernur Melki dalam sambutannya menyampaikan bahwa NTT sebagai “tanah keras” yang melahirkan manusia tangguh, sehingga membutuhkan politisi yang bekerja dengan hati, berintegritas, dan mampu memahami denyut kehidupan rakyat kecil.

 

 

Tak hanya berbicara soal politik, Melki turut menegaskan arah pembangunan ekonomi NTT melalui program hilirisasi produk unggulan daerah. Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, terus mendorong penguatan ekonomi rakyat lewat konsep OVOP (One Village One Product) serta pengembangan NTT Mart agar perputaran ekonomi lebih banyak dinikmati masyarakat lokal.

 

 

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas memperkuat pesan pengabdian tersebut melalui filosofi lambang matahari PAN. Menurutnya, matahari memberi cahaya tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun golongan, dan filosofi itu harus tercermin dalam kerja politik PAN.

 

 

“Matahari tidak pernah memilih siapa yang akan disinari. Itulah PAN, partai yang hadir untuk semua,” ujar Zulhas.

 

 

Ia menegaskan bahwa PAN tampil sebagai partai yang terbuka dan dekat dengan masyarakat akar rumput. Kehadiran Zulhas bersama Melki juga memperlihatkan sinyal kuatnya kolaborasi politik dan pembangunan antara pemerintah daerah dan partai politik dalam mendorong kemajuan NTT.

 

 

 

Sementara Ketua DPW PAN NTT Ahmad Yohan turut menegaskan komitmen seluruh kader untuk membesarkan PAN melalui kerja nyata dan pengabdian sosial, bukan semata mengejar kursi politik. Ia memastikan PAN NTT akan terus membangun komunikasi lintas sektor demi memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

 

 

Wakil ketua Komisi IV DPR RI itu menegaskan bahwa momentum hari ini menyuarakan harapan baru: hadirnya politik yang lebih dekat dengan rakyat, lebih tulus dalam pengabdian, dan lebih nyata dalam kerja pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

 

 

 

About The Author