Harapan Baru Warga Terdampak Erupsi, Jalan Nasional Hokeng–Pululera Segera Rampung

IMG-20260917-WA0013(1)

Flores Timur, SonafNTT-News.com — Harapan baru bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki mulai terlihat. Pembangunan dan peningkatan ruas Jalan Nasional Simpang Hokeng–Simpang Pululera–Kuhe, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, kini memasuki tahap akhir.

Hingga September 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 85 persen. Pemerintah menargetkan proyek sepanjang kurang lebih 10,2 kilometer tersebut dapat diselesaikan pada Oktober 2026.

Pembangunan ruas jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam memperkuat akses dan konektivitas masyarakat Flores Timur, terutama menuju kawasan Hunian Tetap (Huntap) yang disiapkan bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) NTT Wilayah IV melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5, Viktor Aprianus Nalle, S.T., mengatakan pekerjaan di lapangan secara umum telah memasuki tahap akhir.

“Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 85 persen. Agregat kelas A dan kelas B sudah selesai dihampar dan dilakukan pemadatan. Tahapan selanjutnya tinggal pekerjaan pengaspalan atau hotmix,” ujar Viktor kepada wartawan, pada Jumat 11/9/2026

Ia lanjut menyampaikan Tahapan tersebut menjadi penanda bahwa pekerjaan utama badan jalan telah mendekati penyelesaian. Setelah lapisan pondasi agregat kelas A dan kelas B dipadatkan sesuai ketentuan teknis, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penghamparan lapisan aspal atau hotmix.

Tak hanya badan jalan, sejumlah bangunan pelengkap juga telah diselesaikan. Sebanyak 15 deker telah rampung, termasuk lima unit box culvert yang berfungsi mendukung sistem drainase sekaligus menjaga kelancaran aliran air di sejumlah titik sepanjang ruas jalan.

“Deker sebanyak 15 buah sudah selesai, termasuk lima box culvert. Pekerjaan minor berupa pasangan batu juga sudah selesai. Jadi, yang tersisa terutama pekerjaan hotmix,” jelas Viktor.

Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa Proyek peningkatan jalan tersebut dikerjakan secara bertahap sejak 2025 hingga 2026. PT Dewi Graha Indah bertindak sebagai kontraktor pelaksana.

Ia menegaskan bahwa Ruas Hokeng–Pululera–Kuhe merupakan salah satu akses penting untuk mendukung mobilitas warga, distribusi barang, serta membuka konektivitas menuju kawasan Huntap bagi masyarakat yang terdampak bencana erupsi.