Nasional

Hardiknas 2026 Jadi Momentum Kritis, Usman Husin Tekankan Kesejahteraan Guru dan Digitalisasi Sekolah

Kupang, SonafNTT-News.com. Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi momentum kritis untuk membongkar berbagai persoalan laten di dunia pendidikan.

Anggota DPR RI Usman Husin dalam keterangannya pada sabtu 2/5/2026 menegaskan bahwa perayaan Hardiknas tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi titik balik perbaikan sistem yang nyata dan terukur.

Ia secara tegas menyoroti masih banyaknya sekolah dengan fasilitas yang memprihatinkan, terutama di daerah pelosok, serta beban administrasi guru yang dinilai menghambat fokus utama mereka dalam mengajar. Menurutnya, tanpa perbaikan menyeluruh, sulit bagi Indonesia untuk menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing di tengah tantangan global.

Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin dalam kesempatan itu menekankan pentingnya digitalisasi sekolah sebagai bagian dari transformasi pendidikan. Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi tidak boleh hanya sebatas program, melainkan harus diiringi dengan kesiapan infrastruktur, peningkatan kompetensi guru, serta pemerataan akses teknologi di seluruh wilayah.

Tak kalah penting, isu kesejahteraan guru kembali menjadi sorotan utama. Ia menilai peningkatan kesejahteraan dan pengurangan beban administratif merupakan langkah mendesak agar guru dapat lebih fokus mendidik dan membentuk karakter generasi muda.

Lebih lanjut, ia juga mendorong pengawasan ketat terhadap alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN agar benar-benar tepat sasaran. “ Anggaran pendidikan 2026 ditetapkan Rp 757,8 triliun – Rp769 triliun, memenuhi mandat 20% APBN, namun terjadi pergeseran alokasi signifikan di mana sekitar 44% atau Rp335 triliun dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).Anggaran besar harus berdampak nyata, bukan sekadar administratif,” tegasnya.

Ia menambahkan dengan mengusung semangat partisipasi semesta, Usman Husin mengajak seluruh elemen—pemerintah, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat—untuk terlibat aktif dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Hardiknas 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi refleksi, tetapi juga awal dari perubahan nyata menuju pendidikan yang lebih adil dan merata.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *