Kadis Pertanian Belu : Kalau Ada Operator Yang Minta Uang Pada Masyarakat, Silahkan Lapor, Kita Akan Ditindak !

Atambua,Sonafntt-news.com. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Belu berharap agar masyarakat tidak sungkan untuk melapor kepada pihaknya disertai dengan bukti, jika dalam pengolahan lahan terdapat Operatornya yang meminta sejumlah uang pada masyarakat.

 ” Operator kita itu ada 20 orang dan 23 unit Traktor yang siap beroperasi. Namun kita akui bahwa, kita kekurangan tenaga operator, juga ada beberapa traktor yang butuh perawatan, tetapi, semua dapat kita maksimalkan,” Ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Belu, Gerardus Bhulu kepada Media ini, Jumat ( 5/11/2021 ).

Menurutnya, dalam melakukan pengolahan lahan apabila terdapat traktornya di wilayah itu maka, bagi masyarakat yang hendak melakukan permintaan, dipersilahkan dan akan dipenuhi dengan catatan masyarakat dapat membantu pengisian BBM – nya, itu jika alokasi pengolahan lahan di wilayah  tersebut telah selesai.

” Jadi,  kalau ada operator kita yang minta uang dengan harga tertentu pada masyarakat untuk digarap lahan, kalau ada info dari masyarakat lapor pada kami dengan bukti – bukti, pasti akan kita tindak tegas itu,” pintanya.

Sambungya,  memang selama ini, ada laporan namun tidak ada  bukti dokumennya berupa foto dan lainya….saya juga ada masukan namun belum ada bukti. karena, para operator itu ada biaya sedikit untuk mereka jadi tidak pas kalau minta lagi di masyarakat, apalagi dengan nominal tertentu,” terangnya.

Lebih lanjut,Daerah di Kabupaten Belu yang dominan atau prioritas traktor itu ada di Kecamatan Raimanuk, Kakuluk Mesak, (ini potensi lahan yang dimiliki ) Tastim, Tasbar, Lamaknen selatan dan Lasiolat. 

” Yang banyak itu ada di Raimanuk, Tastim, Tasbar dan Kakukuk,  itu potensi lahan di atas 200 hektar,  rata – rata masyarakat.Pengolahan itu pada masyarakat, kalau bantuan sampai pada pupuk itu hanya untuk food Estate saja , sedangkan diluar Food Estate itu, kita bantu pengolahan lahan yang penting ada permintaan maka akan kita layani.Memang kita akui bahwa, tidak semua permintaan itu kita layani karena ini sesuai dengan permintaan yang ada itu 1188 hektar, tapi alokasi Dinas 700 hektar. Jadi kita berharap kalau, masyarakat yang ada kemampuan yang menyiapkan BB kami berharap untuk bisa membantu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian ini menambahkan bahwa, Memang ada beberapa wilayah yang sudah direkomendasikan untuk tanam, seperti Kecamatan Lasiolat, termasuk juga beberapa Daerah di Kota itu tergantung juga curah hujan.” Kalau kita melihat itu, dalam teknis kapasitas lapang yaitu kedalaman hujan ditanah itu minimal 15 – 20 Cm itu sudah boleh tanam. kalau hujan seperti di wilayah Halilulik baru 1 kali hujan, itu belum bisa tanam, Raimanuk, Kakuluk Mesak  juga belum bisa tanam, kalau yang sudah agak merata hujannya, itu di wilayah utara dan Kota ..kalau tempat lainya kalau bisa tahan dulu untuk tanam karena hujan belum merata.Saya yakin, itu 23 ribuan sekian Hektar. bukan hanya lahan kering, namun juga sawan dan tadah hujan irigasi…jadi total sawah kita itu 600 hektar sekian..jadi selisih itu 1700- an untuk tanaman jagung, padi dan hortikultura,” tambahnya.

Menurutnya, terkait dengan kendala tahun lalu itu curah hujan yang masuk sampai bulan januari, ditambah lagi banyak sumber air yang mengering akibatnya banyak petani yang terlambat tanam. sedangkan  tahun ini, hujan turun lebih awal.”Mekanisme pupuk itu, kami hanya memfasilitasi RDKK dan simultan ( sistem manajemen informasi penyuluh pertanian ) jadi kalau sudah masuk, maka wajib dapat pupuk, karena terkoneksi dengan aplikasi simultan dan aplikasi RDKK.Para penyedia pupuk itu juga, kita berharap mereka juga lebih untuk proaktif,” Tutupnya . (DF/ SN ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *