Langkah Berani di Pulau Terluar: Usman Husin Dorong Ndana Jadi Ikon Konservasi dan Wisata Nasional
Rote Ndao, SonafNTT-News.com. Pulau Ndana, titik paling selatan Indonesia yang selama ini nyaris luput dari sorotan, kini menjadi pusat perhatian. Kunjungan Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, pada Minggu (25/04/2026) memberikan sinyal kuat bahwa pulau terluar kini masuk radar kebijakan strategis nasional.
Di tengah hamparan pasir putih dan debur ombak, Ndana menyimpan potensi besar—bukan hanya sebagai benteng kedaulatan, tetapi juga sebagai episentrum baru konservasi dan ekonomi berbasis lingkungan.
Kehadiran Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin dan Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, bersama jajaran teknis, semakin menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap kawasan ini tidak main-main.
Pantauan media, Penyambutan adat oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, lengkap dengan simbol kehormatan Ti’i Langga, memberi pesan kuat: masyarakat lokal siap membuka lembaran baru bagi Ndana. Namun, dibalik hangatnya seremoni, tersimpan agenda besar—mengubah wajah pulau sunyi ini menjadi ikon nasional.
Sementara pada status Ndana sebagai Taman Buru, rumah bagi satwa liar seperti rusa dan itik liar. Di sinilah Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin mengambil posisi tegas. Ia menyarankan agar pendekatan konservasi yang eksklusif dan terpisah dari kehidupan masyarakat.
Menurut Anggota DPR RI Usman Husin, konservasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga.
Skema yang diusungnya cukup progresif: menjadikan Ndana sebagai laboratorium ekonomi berbasis lingkungan. Artinya, setiap langkah pembangunan harus berpijak pada prinsip keberlanjutan—mulai dari pengembangan wisata bahari, olahraga air, hingga budidaya tanaman bernilai ekonomi tinggi yang tetap menjaga keseimbangan ekosistem.
Anggota DPR RI Usman Husin dari Partai Kebangkitan Bangsa menegaskan potensi wisata Ndana bukan sekadar retorika. Gelombang laut yang menantang dan lanskap alami yang masih murni membuka peluang besar bagi wisata minat khusus—segmen yang kini semakin diminati wisatawan global, oleh karena itu Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah bahkan semua elemen terkait harus mengelolanya dengan tepat sehingga Ndana bisa menyusul jejak destinasi eksotis lainnya di Indonesia.
“ untuk mewujudkan hal ini tentu harus melalui perencanaan yang matang berbasis data sehingga ke depan menyediakan akses infrastruktur yang memadai baik Pembangunan Jalan yang konstruksi mantap, oleh karena itu harus adanya dukungan konkret dari Kementerian PUPR melalui Balai JalanNasional . Selain itu, aspek lainnya yakni menyediakan listrik dan sarana pembangunan pendukung lainnya dengan menjadikan Ndana sebagai ikon wisata baru guna pendukung pembangunan Nasional dan daerah.Selain itu, langkah yang dilakukan harus menjunjung tinggi kearifan lokal agar tidak merusak keaslian yang menjadi daya tarik utamanya” ujar Anggota DPR RI dapil NTT II
