Lapas Kupang Siap Panen Raya Jagung 2 Hektar, Dukung Program Swasembada Pangan Nasional
Kupang, SonafNTT-News.com. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui panen raya jagung seluas dua hektar yang dalam waktu dekat akan digelar bersama unsur Forkopimda.
Kepala Lapas Kelas IIA Kupang, Wawan Irawan, menegaskan bahwa seluruh persiapan panen raya telah dilakukan jauh-jauh hari agar kegiatan tersebut berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun warga binaan.
“Kami persiapkan kegiatannya jauh-jauh hari agar acara panen raya sukses dengan melibatkan seluruh Forkopimda,” ujar Wawan Irawan saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (8/5/2026).
Meski baru empat hari bertugas di Kupang menggantikan Kalapas sebelumnya, Antonius Jawa Gili yang telah purna bakti, Wawan menegaskan siap melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Saya baru empat hari di Kupang menggantikan Bapak Anton yang sudah purna bakti dan saya pernah bertugas di Alor juga,” tuturnya.
Program swasembada pangan sendiri menjadi salah satu program strategis pemerintah pusat yang kini terus didorong hingga ke daerah. Karena itu, menurut Wawan, seluruh jajaran pemerintah termasuk lembaga pemasyarakatan wajib mengambil bagian sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Ia menilai sektor pertanian memiliki peran vital dalam mendukung kemajuan bangsa sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
“Pertanian adalah salah satu sektor penting yang harus digerakkan secara optimal bagi kemajuan bangsa dan daerah,” tegasnya.
Menurutnya, Lahan jagung seluas dua hektar yang dikelola Lapas Kupang itu tidak hanya menjadi simbol pembinaan produktif bagi warga binaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena hasil panennya direncanakan untuk dijual ke masyarakat.
Ia menegaskan bahwa langkah ini mendapat perhatian publik karena menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan keamanan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak produktivitas dan ketahanan pangan di daerah.
