PAD Rote Ndao Ditarget Rp59 Miliar, Wabup: Puji Tuhan Sudah Capai Rp32 Miliar, Kami Optimis Tembus Target

20260828_175732

Rote Ndao, SonafNTT-News.com. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rote Ndao sebesar Rp59 miliar menjadi sorotan publik. Hingga saat ini, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp 32 miliar, atau lebih dari separuh target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Dengan masih tersisanya waktu untuk mengejar target, pemerintah daerah optimistis penerimaan PAD dapat terus meningkat hingga mencapai angka yang telah ditetapkan.

“Puji Tuhan, sudah mencapai Rp32 miliar. Kami optimis tembus target,” demikian penegasan Wakil Bupati Rote Ndao usai mengikuti Pelantikan Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Jumat 28/8/2026

Apremoi Dudelusy Dethan menjelaskan bahwa PAD merupakan salah satu indikator penting dalam melihat kemampuan daerah membiayai pembangunan melalui sumber-sumber pendapatan yang berasal dari wilayahnya sendiri. Namun, capaian Rp32 miliar dari target Rp59 miliar juga menyisakan pekerjaan rumah yang tidak ringan. Pemerintah masih harus mengejar sekitar Rp27 miliar agar target dapat terealisasi sepenuhnya. Artinya, optimisme perlu dibarengi dengan strategi konkret, pengawasan penerimaan, serta optimalisasi berbagai sektor yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan daerah.

Apremoi Dudelusy Dethan lebih lanjut menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan strategis yang mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah yakni sektor Garam, Retribusi Pajak, Perikanan dan Kelautan.

Selain itu, aspek berikut yakni sektor Pariwisata di mana kunjungan Turis cukup tinggi dimana untuk tahun 2025 17.000 sedangkan tahun 2026 hingga saat ini sudah mencapai 19.000.

“Kabupaten Rote Ndao memiliki sejumlah lokasi wisata alami yang unik dan hal tersebut menjadi taya tersendiri bagi turis dan masyarakat pada umumnya untuk berkunjung menikmati langsung objek wisata Rote Ndao dan hal ini tentu sangat membantu para pelaku UMKM Lokal untuk menggerakkan ekonomi dengan suatu harapan meningkatkan ekonomi keluarga “ pungkasnya

Ia menegaskan bahwa Capaian Rp32 miliar menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah memiliki modal untuk mengejar target. Namun, tugas terbesar adalah memastikan laju penerimaan tetap meningkat hingga akhir periode anggaran.

Ia juga menambahkan target Rp59 miliar bukan sekadar angka dalam dokumen APBD. Di balik angka tersebut terdapat harapan terhadap peningkatan kapasitas fiskal daerah yang pada akhirnya dapat mendukung pembangunan dan pelayanan publik yang bermuara terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi yang ada.

 

 

Exit mobile version