Peringati HUT RI ke-80, Wali Kota Christian Widodo Gaungkan Harapan dan Aksi Nyata
Kupang, Sonaf NTT-News.com Dalam suasana penuh khidmat dan semangat nasionalisme, Pemerintah Kota Kupang menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Minggu (17/08). Momen sakral ini menjadi lebih bermakna dengan hadirnya Wali Kota dr. Christian Widodo yang tak sekadar memimpin upacara, namun juga menyampaikan pidato yang menyentuh, menggugah, dan penuh arah kebijakan nyata.
Turut hadir dalam upacara tersebut, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., Ketua dan Wakil-wakil Ketua serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kupang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Kupang, Pimpinan Instansi Vertikal Lingkup Kota Kupang, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ketua Persatuan Istri Anggota DPRD Kota Kupang, Ketua Bhayangkari Cabang Polresta Kupang Kota, Ketua Persit Kodim 1604/Kupang, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Ketua Dharma Yukti Karini Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Ketua Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Kota Kupang, Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, para Kepala Perangkat Daerah Kota Kupang, Direktur RSUD dan Perusahaan Umum Daerah Kota Kupang, para camat dan lurah se-Kota Kupang, para mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, para veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, tokoh-tokoh masyarakat, ASN dan PTT lingkup Pemerintah Kota Kupang, para kepala sekolah, guru serta siswa-siswi SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang,.
Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menyampaikan rasa syukur atas anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang memungkinkan bangsa Indonesia terus berdiri tegak dan merayakan kemerdekaannya yang ke-80. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara, termasuk TNI, Polri, ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang, serta secara khusus memberikan penghormatan kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
“Terima kasih kepada seluruh petugas upacara dan adik-adik Paskibraka. Ini bukan sekadar tugas, ini adalah kehormatan besar,” ungkap Wali Kota. “Menjadi Paskibraka bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mental dan karakter.”
Walikota Christian menggarisbawahi langkah-langkah konkrit yang telah ditempuh dalam 100 hari pertama masa pemerintahannya. Mulai dari pengalokasian dana darurat Rp3 miliar untuk layanan kesehatan tanpa hambatan administrasi, hingga revolusi kebersihan melalui insentif dan lomba antar kelurahan, semua menjadi bukti bahwa pemerintahan bukan hanya soal janji, melainkan aksi.
Tak kalah penting, sektor ekonomi juga disentuh lewat kegiatan “Saboak Koepan” (Sunday Market Buat Orang Kupang) yang hidup dan menggairahkan UMKM lokal. Dengan sirkulasi uang hingga Rp300 juta tiap akhir pekan, Wali Kota menekankan bahwa taman kota harus “bernyawa” — menjadi ruang hidup, bukan sekadar ruang hijau.
“Kupang tidak akan bersinar karena obor di kantor Wali Kota, tapi karena lilin-lilin kecil yang menyala di rumah-rumah warga,” ungkapnya, mengutip Bung Hatta dengan interpretasi lokal yang kuat.
Komitmen sosial juga ditunjukkan lewat bantuan beras untuk puluhan ribu keluarga, hingga penyediaan liang lahat gratis bagi warga kurang mampu yang mengalami kedukaan. Langkah-langkah ini memperlihatkan wajah kepemimpinan yang tak hanya hadir saat senang, tetapi juga saat rakyat butuh penghiburan dan kehadiran negara.
Mantan Anggota DPRD NTT itu menegaskan,Peringatan HUT RI ke-80 di Kota Kupang bukan hanya seremoni, melainkan momentum pemersatu antara harapan dan kenyataan. Wali Kota Christian Widodo mengubah perayaan menjadi panggung perubahan — dengan kebijakan pro-rakyat, gaya kepemimpinan yang membumi, dan semangat yang membakar optimisme warga.
