Kupang, SonafNTT-News.com. Penantian panjang masyarakat di wilayah Miomaffo Barat terhadap perbaikan ruas Jalan Provinsi Kefamenanu–Eban, khususnya jalur Haulasi–Suanae–Lemon–Saenam, akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah diperjuangkan sejak tahun 2025, pembangunan ruas jalan yang selama ini dikenal dengan kondisi kerusakan cukup parah akhirnya disepakati masuk dalam alokasi anggaran Tahun 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi NTT, Drs. Kasimirus Kolo, M.Si, kepada awak media di Kantor DPRD NTT, Kamis (6/8/2026). Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT pada rapat anggaran tanggal 5 Agustus 2026.
“Perjuangan ini bukan baru dimulai hari ini. Sejak tahun 2025 saya terus menyuarakan pentingnya pembangunan ruas jalan ini karena saya melihat sendiri kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Saat itu belum dapat diakomodasi, termasuk karena keterbatasan dan efisiensi anggaran. Kini perjuangan itu mulai membuahkan hasil,” ujar Kasimirus.
Ia menjelaskan, ruas Jalan Provinsi Kefamenanu–Eban merupakan jalur strategis yang melayani mobilitas masyarakat di sedikitnya 18 desa. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang rusak menyulitkan aktivitas warga, terutama pada musim hujan, sekaligus menghambat distribusi hasil pertanian dan akses terhadap layanan dasar.
Menurut Kasimirus, setiap kali melaksanakan reses di daerah pemilihannya, aspirasi mengenai perbaikan jalan tersebut selalu menjadi tuntutan utama masyarakat, kepala desa, tokoh adat, maupun aparat desa.
“Sebagai wakil rakyat, saya memiliki tanggung jawab untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga benar-benar diwujudkan. Saya akan mengawal seluruh proses pekerjaan ruas jalan ini sampai selesai,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat dirinya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei lokasi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Pembangunan harus sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan. Karena itu saya akan memastikan proses survei hingga pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik sehingga hasilnya benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam pembahasan anggaran, Pemerintah Provinsi NTT bersama DPRD NTT telah menyepakati alokasi dana lebih dari Rp3 miliar untuk penanganan ruas jalan tersebut pada Tahun Anggaran 2026.
Perbaikan infrastruktur itu diharapkan mampu memperlancar akses transportasi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan pelayanan di sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, hortikultura, peternakan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kasimirus menilai kawasan Miomaffo Barat memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama sebagai sentra produksi bawang merah, lemon, dan jagung. Namun, potensi tersebut selama ini belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan.
“Kalau jalannya baik, biaya angkut hasil panen akan lebih murah, pemasaran lebih lancar, dan kesejahteraan petani tentu akan meningkat. Infrastruktur adalah fondasi utama pembangunan ekonomi masyarakat,” jelas anggota DPRD NTT tiga periode itu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Dinas PUPR yang telah merespons positif aspirasi masyarakat serta memasukkan ruas Jalan Kefamenanu–Eban sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Selain memperjuangkan ruas Jalan Kefamenanu–Eban, Kasimirus mengungkapkan bahwa dalam pembahasan KUA–PPAS Tahun 2027 dirinya juga mengusulkan penanganan ruas Halilulik–Welaus yang kondisinya juga membutuhkan perhatian serius.
Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan ruas tersebut. Ia berharap pembangunan infrastruktur jalan di berbagai wilayah NTT dapat terus menjadi prioritas pemerintah karena selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, juga mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama pada musim hujan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bagi saya, keberhasilan pembangunan bukan hanya soal jalan yang dibangun, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Itulah komitmen saya untuk terus mengawal setiap program yang berpihak kepada rakyat,” tutup Kasimirus.












