PPK 4.4 BPJN NTT Kebut Perawatan Jalan Waerunu, Keselamatan Pengendara Jadi Prioritas

Screenshot_20260702-134321_Instagram

Matim, SonafNTT-News.com. – Komitmen menjaga keselamatan pengguna jalan terus ditunjukkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui PPK 4.4 Direktorat Jenderal Bina Marga. Pemeliharaan rutin di ruas jalan nasional Km 180–Waerunu kini terus dipacu untuk memastikan kondisi jalan dan jembatan tetap aman, nyaman, bagi masyarakat.

Di bawah koordinasi PPK 4.4, Imanuel Yakub Matheos Nanggi Ang, ST, tim lapangan mengintensifkan sejumlah pekerjaan yang menjadi prioritas. Langkah tersebut tidak hanya bertujuan mempertahankan kualitas infrastruktur, tetapi juga meminimalkan potensi risiko kecelakaan di salah satu ruas strategis di Nusa Tenggara Timur.

Pantauan media, pada kamis 27/7/2026, Salah satu pekerjaan yang telah diselesaikan adalah pengecatan tiga jembatan utama, yakni Jembatan Natarleba, Jembatan Wairpuang, dan Jembatan Watuafe. Pengecatan telah mencapai 100 persen sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan struktur sekaligus memperpanjang usia layanan ketiga jembatan tersebut.

Selain itu, tim BPJN NTT juga melakukan pembersihan bahu jalan secara menyeluruh pada titik Sta. 202+100 hingga Sta. 203+200. Vegetasi dan tanaman rindang yang sebelumnya menutupi bahu jalan serta mengurangi jarak pandang pengendara dibersihkan secara intensif.

Langkah ini dinilai penting karena visibilitas yang lebih baik akan membantu pengendara mengantisipasi kondisi jalan, terutama saat melintasi tikungan maupun ruas dengan medan yang menantang. Dengan bahu jalan yang lebih bersih, potensi terjadinya titik buta (blank spot) dapat ditekan sehingga perjalanan menjadi lebih aman.

Pemeliharaan rutin seperti ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Bina Marga dalam menjaga agar jalan nasional tetap berada pada kondisi mantap dan dapat mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Melalui percepatan pemeliharaan infrastruktur, BPJN NTT menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui proyek baru, tetapi juga melalui perawatan yang konsisten agar aset negara tetap berfungsi optimal. Dengan kondisi jalan dan jembatan yang terawat, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan lancar, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.