Kupang, SonafNTT-News.com — PT Flobamor (Perseroda) menyiapkan strategi baru untuk memperkuat kinerja perusahaan sekaligus mengejar kontribusi terhadap pendapatan daerah. Memasuki tahun 2026, perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut menetapkan tiga lini usaha sebagai prioritas utama, yakni membangkitkan kembali Hotel Sasando, memperkuat bisnis perkapalan melalui KMP Sasando, serta memperluas NTT Mart dan pasar produk UMKM lokal.
Strategi tersebut menjadi langkah penting PT Flobamor di tengah tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Perusahaan dituntut tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga mampu mengoptimalkan aset yang dimiliki agar menghasilkan keuntungan dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor (Perseroda), Maxi Julians Rihi Dara, mengatakan tiga program tersebut dipilih dari delapan rencana bisnis yang telah mendapat persetujuan Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD NTT.
“Dalam tahun 2026, direksi PT Flobamor akan fokus pada tiga usaha ini. Kami ingin memastikan agar lewat rencana bisnis berbasis aset yang ada dan pembenahan tata kelola perusahaan secara keseluruhan, kami bisa tutup buku tahun 2026 dengan tidak defisit,” ujar Maxi saat konferensi pers, Kamis (13/8/2026).
Salah satu langkah paling strategis adalah menghidupkan kembali Hotel Sasando. Sejak 27 Juli 2026, PT Flobamor resmi mengambil alih pengelolaan hotel tersebut dari anak perusahaan PT Flobamorata Bangkit Internasional.
Hotel Sasando merupakan salah satu hotel tertua milik Pemerintah Provinsi NTT yang pernah mengalami masa kejayaan pada era 1980-an hingga 1990-an. Namun, dalam sekitar enam tahun terakhir, hotel tersebut belum memberikan kontribusi optimal bagi daerah.
Kini, PT Flobamor ingin mengubah kondisi tersebut. Tim transisi telah melakukan pendataan fasilitas sekaligus pembenahan sistem pengelolaan agar operasional hotel berjalan lebih tertib, transparan dan akuntabel.
Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor, Yose Rizal, mengatakan pembenahan Hotel Sasando tidak hanya akan berorientasi pada bisnis perhotelan.
Menurutnya, hotel tersebut akan didorong menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Kota Kupang melalui berbagai kegiatan dan event kreatif.
“Selain membenahi manajemen hotel, kami akan fokus pada pengembangan ekosistem wisata Kota Kupang melalui penyelenggaraan event kreatif,” kata Yosep
Langkah ini membuka peluang Hotel Sasando untuk kembali menjadi salah satu sumber pendapatan bagi daerah, sekaligus menjadi ruang bagi tumbuhnya industri kreatif dan kegiatan pariwisata di Kota Kupang.
KMP Sasando Kembali Didorong Berlayar.
Tidak hanya sektor perhotelan, PT Flobamor juga menaruh perhatian pada bisnis transportasi laut melalui KMP Sasando. Selain itu, Kapal dengan kapasitas sekitar 76 penumpang tersebut direncanakan melayani rute Kupang-Semau hingga delapan kali perjalanan dalam sehari. Kehadiran KMP Sasando diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya pelajar dan pekerja yang setiap hari melakukan perjalanan dari dan menuju Pulau Semau.
Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor, Frans Bata, menegaskan bahwa pengelolaan bisnis perkapalan akan diperketat, termasuk melalui digitalisasi transaksi keuangan.
“Belajar dari kesalahan fatal yang terjadi dalam periode sebelumnya, Direksi PT Flobamor bertekad memastikan seluruh keuangan perkapalan dijalankan secara digital agar mencegah kebocoran,” ujar Frans.
Digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi, memperkecil potensi kebocoran dan memastikan setiap transaksi dapat dipantau dengan lebih baik.
NTT Mart Diperluas, UMKM Lokal Dibidik
Strategi ketiga adalah memperluas jaringan NTT Mart sebagai wadah pemasaran produk lokal dan UMKM.
PT Flobamor menargetkan tiga gerai baru NTT Mart hadir di Kota Kupang pada September 2026. Rencananya, gerai tersebut akan berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, kawasan kantor gubernur lama; NTT Mart Perikanan di kawasan pelabuhan perikanan; serta satu gerai di kompleks Kantor Gubernur NTT.
Ekspansi tersebut bukan sekadar menambah jumlah gerai. PT Flobamor ingin menjadikan NTT Mart sebagai salah satu pintu masuk produk UMKM NTT ke pasar yang lebih luas.
Dengan semakin banyaknya titik penjualan, produk lokal diharapkan memiliki akses pasar yang lebih baik dan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Dituntut Kerja Nyata dan Profit
Direktur Utama PT Flobamor, Dominggus Elcid Li, menegaskan bahwa tekanan fiskal yang dihadapi daerah saat ini membuat inovasi menjadi sebuah keharusan.
Menurutnya, tidak ada pilihan lain selain menciptakan inovasi baru dan menjalankan kerja nyata yang mampu menghasilkan keuntungan serta memperkuat kondisi internal perusahaan.
“Ini adalah salah satu langkah yang diambil dan harus melakukan kerja-kerja nyata di lapangan guna mendapatkan profit, memperkuat internal perusahaan dan memberikan kontribusi bagi daerah sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Dominggus juga memastikan PT Flobamor akan serius mendukung pengembangan Hotel Sasando setelah mengambil alih pengelolaannya dari anak perusahaan.
Selain menghidupkan kembali hotel, perusahaan juga akan mendorong lahirnya industri kreatif baru yang memiliki nilai ekonomi, memperkuat sektor pariwisata dan bersinergi dalam menyukseskan program NTT Mart di bawah kepemimpinan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asa doma.
