PUPR Kota Kupang Rampungkan 65,47 Kilometer Jalan Lapen dan 2,35 Kilometer Hotmix pada 2026, Kualitas dan Ketahanan Jadi Prioritas

Screenshot_20261028-144842_Chrome

Kupang,SonafNTT-News.com.Pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas wilayah, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengambil langkah konkret dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi mendukung mobilitas masyarakat serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

 

 

Sepanjang Tahun Anggaran 2026, Dinas PUPR Kota Kupang melalui Bidang Cipta Karya melaksanakan sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan dengan total nilai anggaran sekitar Rp 40 miliar. Pekerjaan tersebut tersebar di enam kecamatan di wilayah Kota Kupang, dengan penanganan yang mencakup jalan Lapis Penetrasi Makadam (Lapen), hotmix, serta rabat beton.

 

 

Capaian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat berkelanjutan melalui penerapan mutu konstruksi, ketahanan struktur, dan pemeliharaan yang sesuai ketentuan.

Kepala Bidang  Bina Marga Dinas PUPR Kota Kupang, Yohanes Pu’u, saat ditemui wartawan pada Selasa, 27 /10/ 2026, menjelaskan bahwa berbagai paket pekerjaan jalan yang dibiayai melalui anggaran murni Tahun Anggaran 2026 telah mencapai penyelesaian fisik 100 persen, diserahterimakan, dan kini memasuki masa pemeliharaan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen Dinas PUPR dalam menjalankan program pembangunan daerah sejalan dengan arah kebijakan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis.

“Pembangunan infrastruktur jalan terus kami dorong dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, kualitas pekerjaan, dan kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung kelancaran aktivitas warga,” tegasnya

 

 

65,47 Kilometer Jalan Lapen dan 2,35 Kilometer Hotmix

Kabid Bina Marga  Yohanes Pu’u menguraikan bahwa dari keseluruhan pekerjaan jalan yang dilaksanakan pada anggaran murni Tahun Anggaran 2026, panjang jalan Lapen yang ditangani mencapai 65 kilometer 470 meter atau 65,47 kilometer. Sementara itu, pekerjaan jalan dengan lapisan hotmix mencapai 2 kilometer 350 meter atau 2,35 kilometer.

Ia lanjut menerangkan, Pembangunan tersebut tersebar pada sejumlah ruas strategis, diantaranya Jalan Taman Nostalgia, ruas Penkase–Oeleta, ruas Liliba, ruas Oesapa Selatan, serta kawasan Kelurahan Tuak Daun Merah.

Selain pekerjaan Lapen dan hotmix, Dinas PUPR Kota Kupang juga melaksanakan pekerjaan rabat beton di kawasan GOR Oepoi, tepatnya pada ruas Jalan Imam Budiman, dengan panjang 746 meter. Total anggaran untuk pekerjaan hotmix dan rabat beton tersebut dilaporkan mencapai sekitar Rp13 miliar.

Baginya, Ragam penanganan ini menunjukkan bahwa pembangunan jalan membutuhkan pendekatan teknis yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, karakteristik tanah dasar, kebutuhan lalu lintas, serta jenis kendaraan yang menggunakan ruas jalan tersebut.

Ia menegaskan Pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya diukur berdasarkan panjang jalan yang dikerjakan. Kualitas material, ketepatan metode pelaksanaan, pemadatan, sistem drainase, dan pengendalian mutu merupakan bagian penting yang turut menentukan kinerja serta umur layanan jalan.

Anggaran Perubahan: Jalan Oeleta Raya Masuk Tahap Lanjutan

Di samping paket pekerjaan yang dibiayai melalui anggaran murni, Dinas PUPR Kota Kupang juga memproses pekerjaan infrastruktur melalui anggaran perubahan Tahun Anggaran 2026.

Salah satu ruas yang disebutkan dalam program tersebut adalah Jalan Oeleta Raya dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,8 miliar.

 

Yohanes Pu’u menjelaskan bahwa pekerjaan yang masuk dalam anggaran perubahan harus memperhatikan batas waktu pelaksanaan kontrak hingga 31 Desember 2026. Dengan demikian, pengelolaan waktu, kesiapan pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian mutu menjadi aspek yang perlu berjalan beriringan.

 

 

Pengejaran target waktu tidak boleh mengabaikan persyaratan teknis. Setiap tahapan pekerjaan perlu dilaksanakan sesuai spesifikasi, dengan pengujian dan pemeriksaan yang relevan agar hasil konstruksi memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Bagi  PUPR Kota, keseimbangan antara ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan merupakan bagian penting dari tata kelola pembangunan infrastruktur yang bertanggung jawab.

Pemeliharaan Menjadi Tahap Penting Menjaga Manfaat Infrastruktur

Setelah pekerjaan fisik selesai dan dilakukan serah terima, masa pemeliharaan menjadi tahapan penting untuk memastikan hasil pekerjaan tetap sesuai dengan ketentuan kontrak.

Pada tahap ini, pemeriksaan kondisi lapangan dan tindak lanjut terhadap kekurangan atau kerusakan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa perlu dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Pemeliharaan juga memiliki peran penting dalam menjaga fungsi jalan, terutama ketika infrastruktur menghadapi perubahan cuaca, aliran air permukaan, serta beban kendaraan yang terus berlangsung.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Maxi N. Dethan, ST, M.Si, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Selasa 27/10/2026 menyampaikan bahwa dalam konteks pembangunan perkotaan, kualitas jalan berkaitan erat dengan kelancaran distribusi barang, akses menuju pusat kegiatan ekonomi, kemudahan masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta efisiensi waktu perjalanan.

 

Kadis PUPR Maxi N. Dethan, menegaskan bahwa pembangunan jalan Lapen, hotmix, dan rabat beton harus diarahkan untuk menghasilkan infrastruktur yang kuat, aman, nyaman, serta sesuai dengan kebutuhan lalu lintas dan kondisi lingkungan.

Menurutnya Jalan Lapen atau Lapis Penetrasi Makadam merupakan salah satu jenis perkerasan yang memanfaatkan susunan agregat batu dan bahan pengikat aspal. Metode ini dapat menjadi alternatif penanganan jalan pada kondisi lalu lintas tertentu dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis dan ketersediaan anggaran.

Melalui susunan agregat yang dipadatkan dan diikat menggunakan aspal, perkerasan Lapen berfungsi membantu mendistribusikan beban kendaraan ke lapisan di bawahnya. Namun, daya tahan jalan tetap bergantung pada kualitas bahan, pelaksanaan konstruksi, kondisi tanah dasar, drainase, serta pemeliharaan secara berkala.

Sementara itu, perkerasan hotmix menggunakan campuran agregat dan aspal yang diproduksi serta dihamparkan dalam kondisi panas sesuai spesifikasi teknis oleh karena itu, penggunaan Lapen maupun hotmix perlu didasarkan pada kebutuhan masing-masing ruas jalan. Tujuannya bukan sekadar memperbaiki tampilan permukaan jalan, melainkan membangun infrastruktur yang memenuhi persyaratan teknis dan mampu melayani masyarakat secara optimal.

 

 

Menurutnya, pelaksanaan konstruksi perlu memperhatikan spesifikasi teknis, kualitas material, ketepatan metode kerja, serta kalender pelaksanaan yang telah ditetapkan dalam kontrak.

 

“Pekerjaan jalan harus menghadirkan konektivitas yang berkualitas, tahan terhadap beban kendaraan dan kondisi cuaca, serta dilaksanakan sesuai kalender kerja yang ditetapkan dalam kontrak,” demikian penekanan Kadis PUPR Kota Kupang

 

Selain itu, aspek  penting yang  harus di perhatian adalah mutu  Pekerjaan Konstruksi ini penting karena keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik. Infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran publik juga perlu didukung pengawasan, dokumentasi mutu, pengendalian pelaksanaan, dan pemeliharaan yang memadai.

 

 

Ia menegaskan bahwa melalui pendekatan tersebut, pembangunan jalan diharapkan memberikan nilai manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat dan mengurangi kebutuhan penanganan berulang yang dapat dihindari melalui perencanaan serta pelaksanaan yang baik.

Exit mobile version