Usman Husin Buktikan Kepedulian ke Pelosok, 362 Warga Oemofa Terima Bantuan 10,86 Ton Beras

1001646961-200kb-768x576

Kupang, SonafNTT-News.com — Kepedulian terhadap masyarakat di pelosok kembali ditunjukkan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin. Kali ini, perhatian tersebut hadir di Desa Oemofa, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, saat ratusan warga menerima bantuan pangan berupa beras.

Sebanyak 362 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Desa Oemofa masing-masing memperoleh 30 kilogram beras. Jika ditotal, bantuan yang dialokasikan untuk masyarakat desa tersebut mencapai 10.860 kilogram atau 10,86 ton beras.

Penyaluran secara simbolis berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, dengan dihadiri Usman Husin, Wakil Pimpinan Wilayah Perum BULOG Nusa Tenggara Timur (NTT) Rama Purba, pemerintah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Pemerintah Desa Oemofa serta masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Oemofa yang hidup dalam berbagai keterbatasan, bantuan tersebut bukan sekadar tumpukan beras. Bantuan itu menjadi penopang kebutuhan pangan keluarga sekaligus tanda bahwa perhatian pemerintah masih menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat kota.

Kepala Desa Oemofa, Yohanes Nope, dalam keterangannya mengatakan masyarakatnya memang masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, keterbatasan tersebut menurutnya tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah.

“Masyarakat saya ini hidup dengan keterbatasan. Itulah keadaan kita. Tetapi tidak mungkin kita pasrah diri, mengalah terhadap kehidupan. Apa pun tantangannya, tetap kita harus berjuang sebagaimana manusia yang ada di bumi ini,” ujar Yohanes.

Ia menyebut bantuan 30 kilogram beras yang diterima setiap PBP sangat berarti bagi keluarga penerima.

Namun, di tengah rasa syukur tersebut, masih terdapat persoalan yang perlu mendapat perhatian. Yohanes mengungkapkan sejumlah warga yang sebelumnya pernah menerima bantuan, kali ini tidak lagi tercantum dalam daftar PBP.

“Ada yang bulan-bulan lalu, kali-kali lalu mereka bisa mendapatkan bantuan seperti ini, tetapi kali berikut nama mereka tidak ada,” katanya.

Persoalan tersebut mendapat perhatian Usman Husin. Ia meminta agar warga yang belum tercantum dalam daftar dapat didata kembali secara baik sehingga persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.

Bagi Yohanes, perhatian tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran wakil rakyat tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Usman Husin dan jajaran BULOG yang telah hadir bersama masyarakat Oemofa.

“Bapak Usman dengan Bapak Wakil BULOG, atas nama pemerintah dan masyarakat, kami sampaikan terima kasih. Yang bisa kami berikan hanya doa dan harapan, kiranya Bapak selalu disertai Tuhan dalam tugas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Yohanes berharap perhatian terhadap masyarakat tidak berhenti di Oemofa. Ia juga meminta agar desa-desa lain di Kecamatan Amabi Oefeto Timur mendapat perhatian serupa.

“Kami harap jangan hanya di Oemofa. Kami minta juga desa lain di Amabi Oefeto Timur,” katanya.

Usman Husin: Negara Harus Hadir di Pelosok

Di hadapan masyarakat Oemofa, Usman Husin menegaskan bahwa bantuan tersebut hendaknya tidak hanya dilihat dari jumlah atau nilai beras yang diterima.

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah adanya kepedulian dan kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan.

“kiranya Bapak-Mama semua terima beras ini. Jangan lihat nilainya. Yang paling penting adalah kepedulian pemerintah terhadap Bapak-Mama semua,” ujar Usman.

Usman mengaku cukup sering turun langsung ke desa-desa dan pelosok NTT. Dari kunjungan tersebut, ia mengatakan dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat serta berbagai kebutuhan yang mereka hadapi.

“Saya sering keluar masuk desa-desa, pelosok-pelosok, sehingga keadaan masyarakat seperti apa saya tahu persis,” katanya.

Karena itu, kehadirannya di Oemofa bersama jajaran BULOG disebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan masyarakat pelosok tidak merasa ditinggalkan.

“Saya bersyukur kita bisa berada di sini. Ini pekerjaan amal. Saya juga bersyukur sahabat-sahabat BULOG dari provinsi bisa hadir,” ujarnya.

Usman bahkan kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh melihat bantuan hanya berdasarkan besar kecilnya bantuan.

“Jangan lihat besar kecilnya. Tetap lihat kepedulian pemerintah terhadap Bapak-Mama semua. Negara harus hadir di tengah masyarakat, terutama masyarakat yang berada di pelosok,” tegasnya.

.

Bagi Usman, keberadaan wakil rakyat bukan hanya menjalankan fungsi di gedung parlemen, tetapi juga mendengar dan melihat secara langsung kehidupan masyarakat di daerah.

Sebelumnya, Usman juga sering kali turun ke desa-desa dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Beberapa bulan lalu juga saya bagi ikan mentah yang segar di beberapa desa. Memang tidak setiap hari tentunya. Tetapi saya terus berusaha hadir melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sikap tersebut juga mendapat apresiasi dari Wakil Pimpinan Wilayah Perum BULOG NTT, Rama Purba.

Rama mengatakan, selama sekitar satu tahun bertugas di NTT, dirinya sudah beberapa kali mendapat tugas untuk mendampingi kegiatan Usman Husin di daerah.

“Bapak Usman ini, sepemahaman saya, sangat rajin berkunjung ke daerah pelosok. Saya satu tahun bertugas di NTT sudah empat kali mendapatkan tugas untuk mendapatkan pendampingan seperti ini,” ungkap Rama.

Menurut Rama, kebiasaan Usman turun langsung ke wilayah pelosok menunjukkan perhatian terhadap masyarakat.

“Jadi beliau sangat pro rakyat sekali,” katanya.

10,86 Ton Beras untuk 362 Warga Oemofa

Rama menjelaskan, bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah melalui Badan Pangan Nasional yang disalurkan oleh Perum BULOG.

Secara nasional, data penerima bantuan pangan ditetapkan pemerintah dan disampaikan kepada BULOG sebagai pelaksana penyaluran. Pemerintah juga terus melakukan pemutakhiran data untuk memastikan bantuan semakin tepat sasaran.

Untuk NTT, jumlah penerima bantuan pangan mencapai lebih dari 852.000 orang dengan total alokasi beras lebih dari 25 ribu ton.
Khusus Kabupaten Kupang, terdapat 54.517 penerima bantuan pangan dengan total beras sekitar 1.635 ton.

Sementara Kecamatan Amabi Oefeto Timur memiliki 2.713 PBP. Dengan masing-masing menerima 30 kilogram, total beras yang dialokasikan untuk wilayah kecamatan tersebut mencapai lebih dari 81 ton.

Untuk Desa Oemofa sendiri, terdapat 362 penerima.

“Untuk Desa Oemofa ada 362 penerima bantuan pangan. Kalau setiap orang mendapatkan 30 kilogram, maka sekitar 10.860 kilogram atau 10,86 ton akan disalurkan di desa ini,” jelas Rama.

Ia mengatakan pemerintah menargetkan seluruh bantuan tersebut telah diterima masyarakat paling lambat 30 September 2026.
Rama juga menjelaskan bahwa daftar penerima telah ditentukan pemerintah pusat.

Karena itu, apabila masih terdapat persoalan terkait data penerima di lapangan, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat menyampaikannya untuk dilakukan perbaikan sesuai mekanisme yang berlaku.

Bantuan yang Menjadi Harapan

Bagi masyarakat Oemofa, penyaluran bantuan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar angka.

Salah seorang PBP, Demaris Nuban, menyampaikan terima kasih atas bantuan beras yang diterimanya.

“Terima kasih atas bantuan beras yang diberikan kepada kami. Bantuan ini sangat membantu,” ujarnya.