Usman Husin Dorong Kokbaun Jadi Sentra Bawang Putih, Benih Berkualitas dan Menjadi Kunci

IMG-20260710-WA0024

Jakarta, SonafNTT-News.com. Target Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun mendapat dukungan dari Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin. Ia optimis target tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi bersama pemerintah bergerak cepat dengan program yang konkret, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Salah satu potensi yang menurut Usman Husin layak mendapat perhatian serius adalah Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah tersebut dinilai memiliki kondisi yang sesuai untuk pengembangan bawang putih dan masyarakat setempat bahkan telah membudidayakan komoditas tersebut secara turun-temurun.

Saat melakukan kunjungan ke Kokbaun, Usman menemukan lahan bawang putih yang dikembangkan masyarakat mencapai hampir 10 hektare. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal awal untuk mendorong Kokbaun berkembang sebagai salah satu sentra produksi bawang putih, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga mendukung agenda swasembada pangan nasional.

Namun, dibalik potensi besar tersebut masih terdapat persoalan yang harus segera diatasi, terutama menyangkut ketersediaan benih berkualitas.

Menurut Usman, peningkatan produksi bawang putih tidak cukup hanya dengan memperluas lahan. Produktivitas petani sangat bergantung pada kualitas benih, kesesuaian lahan, teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, hingga pendampingan yang berkelanjutan.

“Wilayah Kecamatan Kokbaun di Kabupaten TTS memang potensial untuk pengembangan tanaman bawang putih. Petani membutuhkan bantuan benih yang lebih berkualitas,” ujar Usman kepada awak media, pada Sabtu, 15/8/2026.

Ia pun mengaku telah menyampaikan potensi Kokbaun kepada jajaran pemerintah terkait. Usman berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Hortikultura dan Kepala Badan Pengembangan Pertanian serta menyampaikan langsung kepada Menteri Pertanian agar kawasan tersebut mendapat perhatian dalam program pengembangan bawang putih nasional.

Langkah tersebut menjadi penting karena target swasembada bawang putih dalam tiga tahun membutuhkan percepatan di tingkat produksi. Pemerintah tidak boleh hanya berorientasi pada penambahan luas tanam, tetapi harus memastikan bahwa setiap kawasan yang dikembangkan benar-benar memiliki kesesuaian agroklimat, benih unggul, teknologi budidaya, produktivitas tinggi, serta akses pasar yang jelas.

Usman menilai karakteristik bawang putih berbeda dengan bawang merah. Tidak semua daerah cocok untuk komoditas tersebut. Karena itu, pemetaan wilayah menjadi salah satu kunci utama agar anggaran dan program pemerintah tidak salah sasaran.

Kokbaun, kata dia, menjadi salah satu contoh kawasan yang patut dikembangkan karena masyarakat telah memiliki pengalaman dalam membudidayakan bawang putih. Tinggal bagaimana potensi tersebut diperkuat melalui intervensi pemerintah, khususnya dalam penyediaan benih berkualitas dan pendampingan petani guna meningkatkan produktivitas Bawang putih yang berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.