Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang Fokus Tingkatkan Kesehatan Koperasi dan Daya Saing, Target Tembus Pasar Nasional hingga Ekspor

IMG-20261029-WA0011

Kupang,SonafNTT-News.com. — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat langkah strategis untuk mendorong pembangunan ekonomi daerah melalui pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan koperasi serta pelaku UMKM. Upaya ini diarahkan untuk mewujudkan koperasi yang sehat, profesional, dan berkelanjutan sekaligus mendorong produk unggulan lokal agar serta menargetkan ke depan mampu bersaing di pasar nasional hingga menembus pasar ekspor.

 

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang, Matheus B.L. Rajah, S.H., M.Hum., saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (29/10/2026), menegaskan bahwa koperasi harus menjalankan kegiatan usaha secara aktif, tertib dalam pengelolaan organisasi, serta melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) setiap tahun.

 

Menurutnya, kesehatan koperasi tidak cukup dinilai dari keberadaan badan usaha semata, tetapi juga harus dilihat dari kualitas tata kelola, kondisi permodalan, kemampuan mengelola risiko, serta keterbukaan dalam pengelolaan keuangan.

 

“Koperasi harus aktif menjalankan usahanya dan setiap tahun harus melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Untuk dinyatakan sehat, perlu diketahui secara detail tata kelola koperasi, permodalan, risiko, dan keterbukaan pengelolaan keuangan,” ujarnya.

 

 

680 Koperasi Terdata, Penguatan Koperasi Sehat Jadi Perhatian

 

 

Ia menguraikan bahwa berdasarkan data terakhir periode September 2026, jumlah koperasi yang tercatat di Kota Kupang mencapai 680 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 431 koperasi dinyatakan aktif, sementara 76 koperasi berstatus sehat.

Data tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi di Kota Kupang. Tantangannya bukan hanya mendorong koperasi tetap beroperasi, melainkan memastikan setiap koperasi memiliki tata kelola yang baik, menjalankan usaha secara produktif, serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

 

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang terus mendorong pendampingan rutin, pemeriksaan kesehatan koperasi, pembinaan manajemen kelembagaan, serta pelatihan pemberdayaan koperasi yang sehat dan berkelanjutan.

 

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengurus dan pengelola koperasi agar semakin profesional dalam menjalankan kegiatan usaha, menjaga kepercayaan anggota, dan memperkuat kontribusi koperasi terhadap perekonomian masyarakat.

Koperasi Simpan Pinjam Didorong Lebih Profesional dan Inovatif

Matheus menjelaskan bahwa koperasi di Kota Kupang pada umumnya bergerak di bidang simpan pinjam. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting agar koperasi mampu menjawab kebutuhan anggota dan nasabah secara lebih baik.

Pelatihan yang inovatif, penguatan manajemen risiko, transparansi keuangan, serta peningkatan kualitas pelayanan perlu menjadi bagian dari proses pembinaan secara berkelanjutan.

Koperasi yang dikelola secara profesional tidak hanya berpotensi memperkuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi juga dapat mendukung kegiatan ekonomi produktif, termasuk usaha mikro dan kecil yang membutuhkan dukungan permodalan serta pendampingan usaha.

“ melalui penguatan koperasi diharapkan berjalan seiring dengan pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan berusaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga “ ujarnya

 

 

17 Ribu UMKM Jadi Potensi Ekonomi yang Perlu Dikembangkan

Selain pembinaan koperasi, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang juga menaruh perhatian pada pengembangan pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam keterangannya, Matheus menyebut jumlah UMKM di Kota Kupang sekitar 17 ribu unit. Potensi tersebut perlu dikelola dan dikembangkan melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan akses pasar.

Menurutnya, UMKM tidak cukup hanya mampu memproduksi dan menjual barang. Pelaku usaha juga perlu memiliki identitas produk yang kuat, memahami kebutuhan konsumen, mengikuti perkembangan pasar, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Salah satu pendekatan yang didorong adalah pengembangan UMKM berciri khas lokal, yakni usaha yang mengangkat keunikan budaya, bahan baku daerah, keterampilan tradisional, maupun karakteristik geografis sebagai nilai tambah produk.

Produk dengan identitas lokal yang kuat memiliki peluang untuk membangun daya tarik tersendiri di tengah persaingan pasar. Keunikan tersebut dapat diperkuat melalui kualitas produksi, kemasan yang menarik, konsistensi mutu, serta cerita mengenai asal-usul dan nilai budaya di balik produk.

Produk Lokal Berpeluang Menembus Pasar Nasional hingga Ekspor

 

Pengembangan UMKM berbasis potensi lokal dinilai dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk pasar nasional dan internasional. Produk yang memiliki keunikan, nilai budaya, serta cerita yang autentik berpotensi menarik konsumen yang mencari produk berbeda dari barang produksi massal. Namun, untuk memasuki pasar yang lebih luas, pelaku UMKM perlu mempersiapkan sejumlah aspek penting, mulai dari standarisasi kualitas, pemenuhan ketentuan perizinan yang berlaku, desain dan kemasan, kapasitas produksi, hingga pemasaran digital dan pengelolaan distribusi.

 

 

Selain itu, agenda lain yang harus diperhatikan bersama Peningkatan yaķni kemampuan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting. Pelaku usaha perlu dibekali pengetahuan mengenai strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, inovasi produk, serta pemanfaatan platform digital untuk memperkenalkan produk kepada konsumen di luar daerah.

“ dukungan pembinaan yang tepat, potensi produk lokal Kota Kupang diharapkan dapat berkembang menjadi usaha yang lebih produktif, memiliki nilai tambah, dan mampu menjangkau pasar yang lebih kompetitif” ujarnya

Dorong Dukungan Anggaran untuk Transformasi UMKM

Dalam kesempatan tersebut, Matheus juga mendorong dukungan anggaran  untuk memperkuat program pemberdayaan koperasi dan UMKM. Dukungan pembiayaan yang memadai dinilai penting agar program pembinaan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha serta memberikan dampak yang berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan intervensi program yang terarah, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi pemasaran, perluasan akses pasar nasional dan internasional, hingga penguatan kelembagaan koperasi berbasis komoditas lokal.

Efisiensi distribusi dan logistik juga perlu mendapat perhatian agar produk lokal dapat dipasarkan secara lebih kompetitif dan menjangkau konsumen di berbagai wilayah.

Menurutnya, dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat membantu menjembatani potensi ekonomi daerah dengan peluang pasar yang lebih luas. Meski demikian, pelaksanaannya perlu disertai perencanaan yang jelas, sasaran program yang terukur, serta evaluasi berkala agar penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Sinergi Koperasi dan UMKM untuk Memperkuat Ekonomi Daerah

Penguatan koperasi dan UMKM merupakan dua langkah yang saling berkaitan dalam membangun fondasi ekonomi masyarakat. Koperasi yang sehat dapat memperkuat kelembagaan ekonomi anggota, sedangkan UMKM yang produktif dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan memperluas aktivitas ekonomi daerah.

“ pendampingan rutin, pelatihan inovatif, pembinaan tata kelola, serta dukungan terhadap pengembangan produk unggulan lokal.Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus berupaya mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang lebih tangguh dan berdaya saing.Ke depan, keberhasilan program tersebut memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah,  pengurus koperasi, pelaku UMKM, lembaga pembiayaan, komunitas usaha, dan masyarakat.” pungkasnya

Ia menegaskan bahwa pengelolaan yang profesional, inovasi yang berkelanjutan, serta akses pasar yang semakin terbuka, koperasi dan UMKM di Kota Kupang diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendukung pembangunan daerah yang produktif dan berkelanjutan.

Exit mobile version