Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Dukung Pembangunan PLTS Di Sumba.

Labuan  Bajo, sonafntt-news.com. Dalam rangka mendorong pertumbuhan  ekonomi,Pemerinta Provinsi NTT dukung penuh langkah pemerintah pusat untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sumba, NTT yang siap dilakukan oleh PT. GSE bersama mitra kerjanya Sungrow.

Demikian  pernyataan Gubernur NTT   Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat melakukan kunjungan kerja di Labuan Bajo,Jumat 08 Oktober 2021.

Gubernur NTT menguraikan  bahwa pembangunan PLTS merupakan salah satu program strategis dari Pemerintah Pusat dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan indonesia    Timur.

Pembangunan  PLTS  tersebut  berupa panel surya yang akan menyerap sinar matahari dengan menggunakan battery storage, berikut dengan kabel transmisi bawah laut yang akan terhubung dengan sistem jaringan listrik Bali dan Nusa Tenggara. Investasi pembangunan solar PV dengan potensi energi sebesar 2 GW dan battery storage system dengan estimasi nilai investasi senilai 4 miliar USD ini akan mampu memasok listrik untuk Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Potensi tersebut sedang dikaji dalam studi kelayakan yang sedang dilakukan oleh PT. GSE yang rencananya akan rampung tahun depan.

“Investasi tersebut tentu akan mendorong masuk berbagai pembangunan bahkan investasi lainnya, seperti pengembangan infrastruktur dan pabrik penunjang panel surya dan battery storage yang tentu saja akan berdampak pada penyerapan ribuan tenaga kerja lokal sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan. Penggunaan energi surya ini juga dapat menurunkan tarif listrik,” kata Gubernur Viktor Laiskodat.

Sambung Gubernur Viktor, potensi penurunan tarif listrik tersebut tentu akan meringankan beban subsidi Negara ke PLN.

“Manakala proyek ini kita laksanakan maka, dapat terjadi efisiensi dari sisi keringanan beban subsidi Negara ke PLN.” Ungkap Gubernur Laiskodat

Gubernur VBL juga menambahkan bahwa pembangunan ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan Indonesia sesuai dengan Paris Agreement 2015 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo.

“Dengan demikian, NTT dapat menjadi pionir dalam pengembangan green economy sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo,” ungkap Gubernur Viktor

Sementara itu, Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan oleh Bambang S. selaku Direktur Utama PT GSE dan William Zhou selaku VP International Business Sungrow.

“Dalam pertemuan hari ini, prinsipnya kami  berkomitmen untuk pembangunan panel surya yang akan menyerap sinar matahari dengan menggunakan battery storage, berikut dengan kabel transmisi bawah laut yang akan terhubung dengan sistem jaringan listrik Bali dan Nusa Tenggara. Investasi pembangunan solar PV dengan potensi energi sebesar 2 GW dan battery storage system dengan estimasi nilai investasi senilai 4 miliar USD, akan mampu memasok listrik untuk Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, jelas Bambang

Untuk diketahui, potensi tersebut sedang dikaji dalam studi kelayakan yang sedang dilakukan secara internal oleh PT. GSE yang rencananya akan rampung tahun depan, dengan mengacu pada kajian yang telah dilakukan sebelumnya oleh stakeholder terkait. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *