GAMKI Peduli Flores, Jangkau 4 Kabupaten Terdampak Gempa

IMG-20260902-WA0012

Flores, SonafNTT-News.com — Gempa boleh mengguncang Flores, tetapi solidaritas tidak boleh ikut runtuh.

Berangkat dari semangat itulah GAMKI Peduli Flores bergerak sejak hari-hari awal pasca gempa, mengkonsolidasikan jaringan DPD GAMKI NTT dan DPC-DPC GAMKI di Flores untuk menjangkau masyarakat terdampak.

Hingga 1 September 2026, gerakan kemanusiaan GAMKI Peduli Flores telah melakukan intervensi di empat kabupaten terdampak utama, yakni Manggarai, Sikka, Ende dan Nagekeo.

Bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas yang dipercayakan melalui DPP GAMKI bersama Yayasan Perpustakaan Injili (YASPERIN), DPP GAMKI bersama Cartenz Technology, serta dukungan DPD GAMKI NTT, DPC-DPC dan kader GAMKI.

Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Neil Rondo, mengatakan seluruh dukungan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi bantuan sesuai kebutuhan yang ditemukan di masing-masing wilayah.

“Kami memilih satu prinsip sederhana: jangan hanya datang ke tempat yang mudah dijangkau. Cari juga mereka yang belum terjangkau. Karena dalam setiap bencana, selalu ada keluarga yang tidak terlihat dalam keramaian posko, tetapi justru sangat membutuhkan pertolongan,” kata Winston.

Manggarai: Dari Bantuan Pangan hingga Kebutuhan Keluarga

Di Kabupaten Manggarai, DPC GAMKI Manggarai bersama jaringan GAMKI Peduli Flores bergerak ke Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat.

Asesmen awal menemukan sekitar 60 KK terdampak di dua titik, dengan sedikitnya 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga hancur.

Pada penyaluran awal, bantuan difokuskan pada kebutuhan pangan berupa 250 kilogram beras, lima dus mi instan, enam rak telur dan minyak goreng.

Respons kemudian dilanjutkan pada tahap berikutnya di Kampung Meni dan Kampung Cubu, Desa Lenda. Dari pemetaan terhadap 43 KK, sebanyak 20 KK prioritas memperoleh bantuan berdasarkan kebutuhan paling mendesak.

Bantuan tahap berikutnya meliputi terpal, tikar, sembako, kebutuhan harian keluarga serta kebutuhan bayi dan pampers.

Distribusi dilakukan DPC GAMKI Manggarai bersama Posko Terpadu GMIT Immanuel Ruteng, Korda GAMKI Manggarai Raya, relawan dan jaringan lokal.

Sikka: Bantuan Pangan untuk 50 KK

Gerakan yang sama berlangsung di Kabupaten Sikka.

Melalui DPC GAMKI Sikka, bantuan pangan dan kebutuhan pokok disalurkan kepada 50 KK terdampak gempa.

Ketua DPC GAMKI Sikka Marthen Luther Adji bersama jajaran pengurus terlibat dalam proses distribusi dan komunikasi langsung dengan masyarakat.

Bantuan di Sikka menjadi bagian dari dukungan DPP GAMKI bersama Cartenz Technology yang dikonsolidasikan melalui gerakan GAMKI Peduli Flores bersama DPD GAMKI NTT.

Ende: Mencari Korban dari Pintu ke Pintu

Pendekatan berbeda dilakukan di Kabupaten Ende.

DPC GAMKI Ende bersama jaringan gereja memilih metode door-to-door, mendatangi langsung keluarga terdampak yang berdasarkan pendataan belum atau belum optimal memperoleh bantuan.

Sebanyak 25 KK dijangkau, terdiri dari 15 KK di Kelurahan Lokoboko dan 10 KK di lingkungan pelayanan Jemaat GMIT Syalom Ende.

Pendataan dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Tanggap Bencana GMIT Syalom Ende.

Bagi GAMKI, metode ini menjadi pelajaran penting bahwa korban bencana tidak seluruhnya berada di kamp pengungsian atau posko besar.

“Kadang-kadang pekerjaan kemanusiaan bukan menunggu orang datang kepada kita, tetapi mengetuk pintu dan mencari siapa yang belum mendapatkan pertolongan,” ujar Winston.

Nagekeo: 138 KK Pengungsi Mandiri Dijangkau

Di Kabupaten Nagekeo, DPC GAMKI Nagekeo menemukan persoalan lain: banyak warga masih menjadi pengungsi mandiri.

Mereka belum berani kembali tidur di dalam rumah karena kerusakan bangunan maupun trauma akibat gempa. Sebagian bertahan di tenda-tenda sederhana dengan alas terpal, sementara suhu malam cukup dingin.

GAMKI Peduli Flores kemudian menyalurkan 160 lembar selimut, 160 lembar tikar serta dukungan air bersih kepada 138 KK, terdiri dari 120 KK di wilayah Mbay, Kecamatan Aesesa, dan 18 KK di wilayah Mauponggo.

Penerima berasal dari berbagai desa dan kelurahan, termasuk Danga, Towak, Mbay I, Mbay II, Nggolombay, Tonggurambang, Aeramo, Labolewa, Bidoa, Mauponggo, Waekokak dan Nggolonio.

Distribusi dilakukan bersama jaringan gereja melalui Mata Jemaat GMIT Ebenhaezer Mbay dan Mata Jemaat Viktori Mauponggo.

Temuan lapangan di Nagekeo sekaligus memunculkan kebutuhan baru. Menjelang musim hujan, warga berharap tersedia hunian sementara yang lebih aman dan layak, karena tenda dan terpal sederhana tidak memadai untuk digunakan dalam waktu panjang.

Empat Kabupaten, Sedikitnya 233 KK Terverifikasi

Berdasarkan konsolidasi data sementara, GAMKI Peduli Flores telah menjangkau sedikitnya 233 KK sebagai penerima atau penerima prioritas terverifikasi di empat kabupaten.

Angka tersebut menggunakan perhitungan konservatif untuk menghindari penghitungan ganda penerima di Manggarai. Jumlah riil penerima manfaat berpotensi lebih besar setelah seluruh data by name by address dari DPC dikonsolidasikan.

Jenis intervensi yang diberikan juga berbeda sesuai kebutuhan lapangan, mulai dari beras, mi instan, telur, minyak goreng dan sembako; terpal, tikar dan selimut; kebutuhan bayi dan keluarga; hingga dukungan air bersih.

DPD GAMKI NTT menegaskan bahwa pendekatan tersebut sengaja dipilih agar bantuan tidak diseragamkan dari Kupang, tetapi mengikuti hasil asesmen masing-masing DPC di wilayah terdampak.

Kekuatan GAMKI Ada pada Jaringan yang Hidup

Menurut Winston, salah satu pembelajaran penting dari GAMKI Peduli Flores adalah kekuatan organisasi kepemudaan dalam situasi bencana bukan hanya terletak pada sumber daya, tetapi juga pada jaringan yang hidup sampai ke daerah.

DPC GAMKI di wilayah terdampak dapat bergerak melakukan asesmen, berkoordinasi dengan gereja dan masyarakat, menentukan kebutuhan serta mendistribusikan bantuan secara langsung.

“Yang dikirim dari luar adalah solidaritas. Tetapi yang membuat solidaritas itu menemukan alamatnya adalah orang-orang yang bekerja di lapangan,” katanya.

Karena itu, DPD GAMKI NTT menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran DPC GAMKI Manggarai, Sikka, Ende dan Nagekeo, Korda, gereja, relawan serta masyarakat lokal yang telah bekerja bersama selama respons kemanusiaan berlangsung.

Terima Kasih DPP GAMKI, YASPERIN dan Cartenz Technology

DPD GAMKI NTT secara khusus menyampaikan terima kasih kepada DPP GAMKI, Yayasan Perpustakaan Injili (YASPERIN), Cartenz Technology, serta DPD, DPC dan kader GAMKI yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan bagi gerakan GAMKI Peduli Flores.

Dukungan tersebut telah diteruskan melalui jaringan GAMKI menjadi bantuan konkret bagi masyarakat terdampak di empat kabupaten.

“Kepada DPP GAMKI, YASPERIN, Cartenz Technology dan seluruh keluarga besar GAMKI yang telah berbagi, kami menyampaikan terima kasih. Kepercayaan yang diberikan kepada kami telah kami teruskan sejauh kemampuan kami kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di Flores,” kata Winston.

Namun GAMKI menyadari sepenuhnya bahwa bantuan yang telah diberikan masih sangat terbatas dibandingkan besarnya kebutuhan masyarakat.

“Kami tidak sedang mengatakan bahwa GAMKI telah menyelesaikan persoalan. Jauh dari itu. Masih banyak keluarga yang belum mampu kami jangkau. Tetapi di tengah keterbatasan, kami memilih untuk hadir dan mengerjakan bagian kecil yang bisa kami kerjakan,” tegasnya.

Dari Tanggap Darurat Menuju Pemulihan

GAMKI Peduli Flores selanjutnya akan terus mengonsolidasikan informasi dari DPC-DPC di wilayah terdampak untuk melihat kebutuhan pada fase pemulihan.

Beberapa kebutuhan yang mulai mengemuka adalah hunian sementara menjelang musim hujan, air bersih dan sanitasi, kebutuhan kelompok rentan, dukungan psikososial, serta pemulihan rumah dan mata pencaharian masyarakat.

GAMKI berharap pemerintah, gereja, lembaga kemanusiaan, dunia usaha dan berbagai kelompok solidaritas dapat terus bekerja bersama karena skala kebutuhan pascabencana jauh lebih besar daripada kemampuan satu organisasi.

Bagi GAMKI, respons kemanusiaan ini akhirnya bukan hanya cerita mengenai berapa karung beras, berapa tikar atau berapa selimut yang dibagikan.

Ini adalah cerita tentang memastikan bahwa di tengah reruntuhan dan trauma, tidak ada keluarga yang merasa ditinggalkan sendirian.

Flores terluka, tetapi Flores tidak sendiri.
Bersama, Flores Bangkit.Cinta Tuhan, Cinta Nusa Bangsa.
Ora et Labora.

Exit mobile version