Jaksa Masuk Pemerintahan: Patrik Neonbeni dan Fredrix Bere Perkuat Birokrasi NTT Berintegritas
Kupang, SonafNTT-News.com. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam membangun birokrasi yang bersih dan berintegritas. Dua jaksa aktif, Patrik Getruda Neonbeni, S.H., M.H., dan Fredrix Bere, S.H., M.H., resmi dilantik Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam upacara pelantikan, pengukuhan, dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrasi lingkup Pemprov NTT di GOR Flobamora, Rabu (8/10/2025).
Keduanya dipercaya mengisi posisi strategis di lingkungan pemerintahan provinsi, menandai semakin eratnya sinergi antara Kejaksaan dan Pemprov NTT dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berdampak.
Dilansir dari pena Timor.com, Patrik Neonbeni kini menjabat sebagai Kepala Bagian Bantuan Hukum Biro Hukum Setda Provinsi NTT. Sebelumnya, ia dikenal sebagai figur penting dalam Satgas Anti Korupsi, serta pernah menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejari TTS dan Kejari Belu. Reputasinya sebagai jaksa yang tegas, bersih, dan berdedikasi tinggi di bidang penegakan hukum membuat kehadirannya di lingkup Pemprov NTT dinilai sebagai aset penting.
Sementara itu, Fredrix Bere kini menjabat sebagai Kepala Bidang Penyelesaian Konflik dan Kewaspadaan Nasional di Badan Kesbangpol Provinsi NTT. Ia memiliki rekam jejak panjang sebagai jaksa, termasuk pernah menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang, Kasi Intelijen Kejari Sumba Timur, dan terakhir sebagai Jaksa Pemeriksa di Kejati Maluku.
Dengan bergabungnya Patrik dan Fredrix, kini terdapat tiga jaksa aktif yang ditugaskan memperkuat birokrasi Pemprov NTT, bersama Oder Maks Sombu, S.H., M.A., M.H., yang saat ini menjabat Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT. Oder Sombu sendiri merupakan jaksa senior dengan pengalaman mentereng, bahkan pernah dipercaya sebagai Penjabat Bupati Rote Ndao.
Langkah penempatan jaksa-jaksa aktif di posisi strategis ini dinilai sebagai bentuk nyata penguatan integritas internal pemerintahan—sebuah strategi kelembagaan untuk memastikan kebijakan publik berjalan dalam koridor hukum dan moralitas yang tinggi.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan yang berbasis meritokrasi dan profesionalisme.
“Jabatan adalah ruang pengabdian. Bukan sekadar prestise, tapi tanggung jawab. Saudara harus bekerja lebih keras, lebih kreatif, dan berdampak nyata bagi rakyat,” tegas Gubernur Melki.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan birokrasi yang melayani dengan hati, bekerja dengan cerdas, dan mampu menghadirkan outcome yang nyata, bukan hanya target administratif semu.
Penempatan jaksa di struktur pemerintahan bukan hanya simbol. Dengan pengalaman di bidang hukum, investigasi, dan pengawasan, kehadiran Patrik Neonbeni dan Fredrix Bere diharapkan mampu mendorong percepatan reformasi birokrasi dan memperkuat sistem pengendalian internal di lingkungan Pemprov NTT.
Langkah ini juga mendapat dukungan dari masyarakat yang berharap agar NTT tidak hanya menjadi provinsi yang maju secara pembangunan fisik, tetapi juga bermartabat secara etika dan hukum.
Kehadiran para jaksa aktif dalam struktur birokrasi Pemprov NTT adalah langkah strategis menuju good governance dan clean government. Publik kini menaruh harapan besar bahwa NTT akan menjadi contoh nyata provinsi yang membangun tidak hanya dengan beton, tetapi juga dengan integritas.
Dalam konteks ini, Patrik Neonbeni dan Fredrix Bere bukan hanya pejabat baru, tetapi simbol komitmen baru menuju birokrasi yang kuat, bersih, dan berpihak pada rakyat.
