Manggarai, SonafNTT-News.com. Pemulihan infrastruktur pasca gempa Flores terus dikebut. Kabar baik datang dari Jembatan Wae Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, yang kini telah kembali fungsional sejak 22 Agustus 2026 setelah sebelumnya terdampak gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7.
Untuk Memastikan proses pemulihan berjalan sesuai target dan standar keselamatan, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Wae Dampek pada Senin, 24 Agustus 2026.lalu
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Roy Rizali Anwar menerima pemaparan terkait kondisi jembatan sekaligus melihat secara langsung penanganan pada bagian oprit dan jalan pendekat yang mengalami dampak akibat gempa.
Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur, Janto, SE, ST, MSc, Kepala Satuan Kerja P2JN NTT Andria Muharami Fitra, ST, M.Eng.Sc, serta sejumlah pejabat vertikal lingkup BPJN NTT.
Akses Vital Masyarakat
Jembatan Wae Dampek bukan sekadar konstruksi penghubung. Jembatan rangka baja sepanjang 60 meter yang berada pada ruas Wae Gongger–Pota tersebut memiliki posisi strategis bagi masyarakat Manggarai Timur.
Keberadaan jembatan ini menjadi salah satu penopang mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran distribusi kebutuhan pokok, logistik, serta pelayanan antardaerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada rabu 2/9/2026, Kerusakan akibat gempa berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, pemulihan akses menjadi bagian penting dalam mempercepat normalisasi kehidupan warga di wilayah terdampak.
Penanganan Dikebut, Keselamatan Jadi Prioritas
Penanganan dilakukan melalui sejumlah tahapan teknis, mulai dari pembongkaran bagian yang mengalami kerusakan, penyiapan badan jalan, penimbunan hingga proses pemadatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akses dapat kembali digunakan sekaligus menjaga kualitas dan keamanan infrastruktur.
Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga bersama BPJN NTT terus mengawal proses penanganan agar pekerjaan dapat berlangsung cepat, tepat, dan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
Kembalinya Jembatan Wae Dampek menjadi fungsional sejak 22 Agustus menjadi sinyal positif di tengah proses pemulihan pasca gempa Flores.
Dirjen Bina Marga Turun Langsung
Kehadiran Dirjen Bina Marga di lapangan menunjukkan bahwa penanganan infrastruktur terdampak bencana tidak hanya berhenti pada laporan administratif. Kondisi riil di lapangan menjadi perhatian untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan kembali fungsionalnya Jembatan Wae Dampek, harapan masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih lancar kembali terbuka. Mobilitas warga dan distribusi logistik di ruas Wae Gongger–Pota pun dapat terus bergerak.
