Kepala Bulog Atambua : Menyambut Hari Raya, Stok Beras Kita Aman Untuk 3 Bulan Kedepan.

Atambua, SonafNtt-News.Com. Kepala Perum Bulog Sub Divre Atambua, Naomi Uli menjelaskan bahwa menyambut hari raya umat kristiani pada bulan Desember pihaknya menjamin stok beras di gudang penyimpanan Bulog Atambua aman untuk tiga bulan ke depan serta berharap masyarakat untuk tidak panik.

” Kalau untuk beras, stok kita punya saat ini sebanyak 2162 ton yang tersebar di dua gudang, yaitu gudang Atapupu dan gudang BGR Kefamenanu.

sementara dalam perjalananan juga ada 1000 ton, jadi kecukupan stok kita ini paling kurang 3 bulan kedepan, ditambah lagi dengan 1000 ton, ini bisa 6 bulan kedepan stok kita aman, jadi masyarakat kita diharapkan untuk tidak panik,” pinta Kepala Perum Bulog Sub Divre Atambua Naomi Uli saat kunjungi media ini di ruang kerjanya, Kamis ( 18/11/2021 ).

Lanjut Kepala Bulog Atambua ini, terkait dengan stok sembako lainya seperti gula pasir saat ini sedang habis, namun pihaknya telah melakukan pemesanan dan sedang dalam perjalanan. 

” Untuk gula pasir stok kita baru habis dan sudah kita pesan, itu sedang dalam perjalanan. sedangkan minyak goreng itu di stok kita ada 3228 liter itu masih cukup.

Terigu 190- an kg, khusus untuk beras bagi masyarakat Belu, TTU dan Malaka ini masih sangat cukup 6 bulan kedepan.

Terkait dengan stok Gula yang kosong, itu  karena yang pertama stok kita kemarin tidak terlalu banyak, karena gula diluar juga harganya masih bagus. stok itu kan,  tergantung harga di pasaran. Jadi kalau harga stabil, ya stok kita untuk berjaga – jaga. karena, stok kita tidak untuk menumpuk – numpuk seperti beras.

Tapi sementara dalam perjalanan itu seratus ton lebih, sehingga bisa atasi. saya kira, soal gula ini kedepan masih stabil.

Mungkin, untuk minyak goreng yang ada kenaikan sedikit bukan hanya untuk NTT saja tapi, untuk seluruh Indonesia cenderung  mengalami kenaikan, mungkin dikarenakan bahan bakunya, tapi kita ada tetap memesan,” pintanya.

Lebih lanjut terangnya, terkait dengan harga Bimoli itu berkisar di angka Rp. 20. 000 per liter. sedangkan yang ada pada Bulog sendiri dengan harga Rp. 15.000, sedangkan gula pasir kita Rp.12.500 per KG.

” Bulog sendiri saat ini melakukan suplai sembako kepada Rumah Pangan Kita ( RPK ) termasuk toko – toko di pasar. tapikan tidak semua dari kita, tergantung dari mereka, mungkin mereka ambil dari lainya juga. kalau mereka merasa bahwa produk Bulog murah, ya..bisa ambil dari kita.

RPM itu ada di 3 kabupaten ( Belu, TTU dan Malaka ) dengan 200-san jumlahnya..kalau di Belu itu, jumlahnya 150 .

waktu masih awal pandemi itu, mereka aktif sekali dan sekarang ada juga yang tidak aktif, jadi kalau mereka tidak aktif itu bisa saja, contoh beras yang mereka produksi mungkin melimpah, atau yang ada di masyarakat itu ada yang lebih bagus, lebih fres untuk didapatkan, mungkin kalau sudah berkurang baru mereka datang kepada bulog.

Jadi saya pikir kalau harga di pasaran itu bagus, ya biarkan mereka dapatkan,” bilangnya.

Ketika ditanya tentang peran RPK, Kepala Perum Bulog Atambua ini menjelaskan bahwa, RPK itu merupakan salah satu produk Bulog, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, juga dapat membantu masyarakat.

”  Dalam artian, yang mempunyai RPK dirinya dapat dikasi usaha, dengan modal yang ada, dapat mengakses produk Bulog seperti beras dan lainya, tentu dengan harga yang sudah ditentukan. Jadi mereka tidak semena – mena menjual dengan harga yang tinggi, apalagi cukup mahal, toh mereka juga sudah ada keuntungan disitu.

Ini penting agar dirinya juga, dapat membantu tetangga yang membutuhkan barang, yang lebih cepat dan dekat. kan masyarakat tidak harus datang ke pasar Atambua, tapi bisa ambil di RPK di Desa atau RT yang ada.

Soal persyaratan untuk menjadi RPK juga sederhana, cukup Fotocopy KTP, kartu Keluarga dan keterangan usaha dari Kelurahan atau Desa. 

Datang sini, ya kalau dia langsung beli beras  atau order ya nanti kita layani.

bisanya itu kan kita juga pantau harga di pasar, biasanya kalau cenderung harga itu naik, itu biasanya Pemda Belu dalam hal ini Disperindag itu nanti mengajak kita untuk melakukan operasi pasar murah pada masyarakat.

Tapi sejauh ini,belum ada. karena harga di lapangan masih stabil. Belu ini kan tidak terlalu gawat karena, banyak stok yang masuk,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya menghimbau bagi masyarakat untuk tidak panik dan jika menurut masyarakat harga sembako dalam hal ini beras dilapangan cukup mahal, maka dirinya mempersilahkan untuk dapat membeli pada mereka dengan harga yang terjangkau.

” Kalau untuk beras, masyarakat tidak usah panik lah..kalau dianggap harga beras di masyarakat cukup mahal, bisa datang pada kami. itu harganya Rp. 8.500 per KG bisa ambil sendiri di gudang semampu mereka.

Trus untuk minyak goreng, masyarakat tidak perlu panik walau ini dekat hari raya, dalam keterbatasan ini, saya kira mungkin juga tidak terlalu berdampak.

Saat ini, kita terus menghubungi RPK kita di daerah untuk tetap aktif agar, bisa order kembali agar, selain barang kita bisa tersebar masyarakat, juga dengan harga yang terjangkau, yang mana tidak akan menimbulkan gejolak harga di masyarakat,” Tutupnya. ( DF/ SN ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *