Ketua Program Studi PJKR universitas San Pedro Kupang : Eusabius Binsasi Sosok Pemimpin Yang Rendah Hati & Terpanggil Untuk Kembali Memimpin TTU

Kupang, sonafntt-news.com. Drs. Eusabius Binsasi merupakan salah satu sosok pemimpin yang rendah hati dan memiliki kepribadian yang humoris,    bersahabat ketika bertemu dengan siapa saja, begitulah sosok Eusabius Binsasi. Pria kelahiran Kuatnana, Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten TTU, 14 Juli 1959  yang pernah memimpin umat katolik seluruh Indonesia atau sebagai mantan Dirjen Bimas Katholik di Kemenag RI selama kurang lebih 5 tahun sejak tahun 2014-2019.   Sadar atau tidak banyak pemimpin dunia yang memberikan pengaruh besar di dalam sejarah. perjalalan dari setiap pemimpin  dan  melalui proses yang tidak mudah dan hal demikian juga dialami oleh Drs.  Eusabius Bunsasi yang saat ini  dipercayakan masyarakat sebagai wakil Bupati TTU.

Hal ini diungkapkan oleh  Ketua Program  Studi  PJKR universitas San Pedro KupangRudobertus Talan S. Pd.,M. Pd saat ditemui oleh awak media di ruang kerjanya, selasa 5 Mei 2021.

Rudobertus Talan S. Pd.,M. Pd menguraikan bahwa  Wakil Bupati TTU  Drs. Eusabius Binsasi dalam menjalankan tugas sebagai Dirjen Bimas selama masa kepemimpinannya, pria yang biasa disapa No eus itu tidak pernah tersandung kasus atau perbuatan yang tidak menyenangkan selama memimpin. Hal ini berarti beliau tidak pernah berurusan dengan yang namanya badan hukum dan setelah selesai menyelesaikan tugasnya  sebagai pemimpin umat katolik seluruh Indonesia di birokrasi, Eusabius kembali ke daerah asal (TTU) dan turut mengambil bagian dalam hajatan Pilkada TTU.

Ketika dihubungi lewat telepon seluler pada beberapa hari yang lalu, pertanyaan kenapa Bapa Eus yang berlatar belakang birokrasi berani ambil sikap untuk terjun ke dunia politik,. spontan dan mendalam jawaban dari Bapa Eus bahwa selama saya memimpin sebagai Dirjen Bimas Katolik, saya  sudah berkeliling  di Indonesia dan bahkan dunia, banyak sekali daerah atau kabupaten lain yang jauh lebih maju dari kabupaten Timor Tengah Utara.  Hal ini mendorong  tujuan mulianya untuk  mencalonkan diri agar bisa pulang ke kampung halaman dan menata kabupaten tercinta sehingga kedepannya kabupaten TTU lebih berkembang, lebih maju, tidak tertinggal dan mampu bersaing serta berkompetitif dengan daerah-daerah  lain dalam berbagai aspek kehidupan khususnya di  dalam lingkup  provinsi NTT.

Maju sebagai salah satu kontestan dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada TTU), Eusabius Binsasi sebagai calon wakil bupati  berpasangan dengan Drs.  Juandi David yang juga berlatar belakang birokrasi. Tahapan demi tahapan telah dilalui dan setelah melewati proses panjang,   Djuandi David dan Eusabius Binsasi berhasil ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten TTU sebagai  pasangan calon bupati dan wakil bupati TTU dalam satu periode ke depan dengan calon nomor urut III (tiga). Dalam penetapan ini, kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati ini disaingi oleh dua pasangan calon bupati dan wakil bupati lainnya yakni Kristiana Muki dan Yosef Tanu sebagai calon nomor urut I serta Hendrikus Frengky Saunoah dan Amandus Nahas sebagai calon nomor urut II.

Pemilihan serentak kepala daerah  pada beberapa daerah di NTT yaitu salah satunya Kabupaten Timor Tengah Utara digelar serentak pada tanggal 9 Desember 2020. Dalam hajatan Pilkada TTU kali ini pasangan Drs.  Djuandi David  dan  Drs.  Eusabius Binsasi berhasil  keluar sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati yang memiliki suara terbanyak dengan presentase sebesar 37,5%, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih. Dalam pleno yang diselenggarakan oleh KPU  Djuandi David  dan Esabius Binsasi secara resmi ditetapkan sebagai paslon terpilih Pilkada TTU 2020. Setelah penetapan dari KPU tahapan selanjutnya adalah pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dalam tahapan pelantikan juga jadwalnya  diundur dikarenakan ada beberapa kabupaten yang bermasalah dan pada akhirnya hanya lima kabupaten dan salah satunya adalah kabupaten Timor Tengah Utara yang dilantik terlebih dahulu secara langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bapak Vicktor Bungtilu Laiskodat  pada hari jumat 26 Februari 2020.

Rudobertus Talan lanjut menerangkan bahwa  ada beberapa point yang mendasar dalam perbincangan dengan bapa Eus pagi itu “setelah saya turut mengambil bagian dalam pemilukada ternyata masyarakat mempercaya saya bersama Bapak Juandi  David untuk menahkodai kabupaten TTU satu periode ke depan. Sasarannya utama kami  adalah  masyarakat harus hidup lebih sejahtera karena masyarakat Timor Tengah Utara hampir 80% adalah petani maka sistem pertanian harus mengalami reformasi atau mengalami pembaharuan-pembaharuan dengan bertani yang lebih modern. Salah satu cara yang harus dibuat dalam kaitan dengan berbagai aspek pembangunan, pertanian dan bidang-bidang lain yang harus dibuat adalah membentuk cara berpikir tentang sistem baru, cara-cara baru, yang harus dimanfaaatkan untuk bisa memperoleh hasil yang lebih baik karena kita boleh berjuang keras tapi cara berpikirinya masih pada cara berpikir lama maka tetap tidak akan majuUngkapnya.

  Hal menarik yang perlu dingat  dari ajakan bapa Eus bahwa cara berpikir masyarakat TTU soal pertanian, harus berpikir cara bertani yang lebih modern dan itu tentu memulai dengan membentuk generasi muda yang harus  diarahakan untuk mencintai tanah dan menata tanah untuk bertani maupun beternak yang lebih modern. Ternak di TTU harus dikelolah dengan baik karena ternak juga menjadi satu ikon yang menjanjikan di Timor Tengah Utara. Oleh karena itu masyarakat TTU harus menyadari hal ini sebagai peluang yang berharga karena beternak dalam berbagai banyak ternak tetapi yang paling tepernting adalah pengembangan misalnya sapi sehingga kita mau mengajak masyarakat juga untuk kembali beternak secara lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraannya. Perubahan pada mindset atau cara berpikir tentang beternak masyarakat harus efektif dan efisien artinya beternak hewan yang baisanya dipeliharah 4 atau 5 tahun baru dijual harus gunakan sistem pemikiran yang modern sehingga baru 2 atau 3 tahun sudah bisa dijual dengan harga yang baik. Ada hal-hal lain yang juga penting tetapi dua hal ini (pertanian dan petrnakan ) yang menjadi prioritas.

Dalam satu periode ke depan termasuk pariwisata di TTU juga akan dikembangkan selain itu pariwisata budaya juga tidak kalah penting karena kebudayaan sebagai wisata dan juga sekaligus membentuk kepribadian masyarakat dengan berpribadi yang cinta akan budaya.  Langkah pemerintah daerah selanjutnya adalah penataan birokrasi harus ditingkatakan untuk berpikir cepat, tepat, dan berpikir secara birokrat untuk meningkatkan pelayan masyarakat dan pelayanan pelaksanaan pembangunan.

Berlatar belakang birokasi, Eusabius mempunyai mimpi besar untuk membangun TTU oleh karena itu ucapan limpah terimakasih kepada masyarakat TTU yang sudah mendukung Juandi David  David dan  Eus  Binsasi sebagai bupati dan wakil bupati untuk semua masyarakat TTU. Kami akan melayani semua masyarkat di TTU baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung karena sebagai pemimpin di daerah ini, tidak hanya memimpin orang-orang yang memilih atau mendukung kita tetapi semua adalah masyarakat TTU yang tentunya kita harus sejahterakan dan semua butuh pelayanan oleh karena itu kami akan melayani seluruh masyarkat TTU tanpa membeda-bedakan, tegas Eus Binsasi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya,

Rudo sapaan sapaan akbrabnya dalam kesempatan itu, menyampaikan selamat kepada   Drs. Djuandi David  dan Drs.  Eusabius Binsasi  yang sudah dipercayai oleh masyarakat TTU untuk menahkodai kabupaten tercinta ini satu periode kedepan  agar  kedepan TTU lebih maju dan berkembang bahkan  mampu bersaing disegala aspek   baik di kanca nasional maupun di kanca internasional. dan harus  tetap manjadi pemimpin yang mengayomi tiga Swapraja di wilayah Timor Tengah Utara yaitu Biboki,  Insana dan Miomaffo (Mf/SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *