Perayaan Hari Pangan Sedunia, Yayasan Kuamnasi Gandeng SMK Fajar Timur Subun Gelar Pelatihan Bagi Perempuan

Kefamenanu, SonafnNTT.News.com

Yayasan Kuamnasi menggandeng Sekolah Menengah Kejuruan Subun, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur merayakan hari pangan sedunia dengan menggelar pelatihan pengelolaan hutan komunal bagi perempuan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi, Senin ,17 Oktober 2022 di Mamsena desa Letneo Selatan. Hadir Camat Insana Barat, Melkianus Gawu.

Direktris Yayasan Kuamnasi, Pricillia Nedy Neonbeni menjelaskan, pelatihan pengelolaan hutan komunal bagi perempuan agar perempuan diberi peran untuk mengambil bagian penting dalam pengambilan keputusan, khususnya dalam pengelolaan hutan bersama/hutan komunal.

Dia menjelaskan, pelatihan pengelolaan hutan komunal yang ini dimaksudkan untuk memberi peran kepada perempuan untuk kembali menanam berbagai  jenis tanaman baik umur panjang dan umur pendek pada satu lokasi yang  selama ini jadi lahan tidur. 

Dijelaskan, program ini atas dukungan dari lembaga donor yakni WEA yang direncanakan berjalan selama 20 tahun. Dengan harapan, setelah 20 tahun hutannya terbentuk dan membawa hasil yang hasilnya dapat dimanfaatkan bagi perempuan.

Sementara wakil bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi memberi apresiasi bagi Yayasan Kuamnasi dengan gerakan yang dilakukan bagi perempuan untuk  mengambil peran dalam pembangunan, khususnya dalam pengelolan hutan.

Menurut Eusabius, program ini merupakan suatu inspirasi baru untuk kembali menghidupkan hutan komunal.

Dia menjelaskan, gerakan ini mengingatkan kembali akan ingat di masa lampau akan manfaat hutan di saat masa panceklik hutan dijadikan sebagai lumbung pangan alternatif, di mana musim paceklik masyarakat mengalami kesulitan pangan masuk hutan dan mengambil hasil pangan lokal yang ada di hutan baik berupa kacang hutan, ubi hutan dan berbagai jenis hasil pangan lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pemenuhan pangan lokal.

Dengan pelatihan ini, kata Wakil Bupati yang juga mantan Dirjen Bimas Katolik RI ini mengatakan, menghidupkan kembali fungsi hutan sebagai lumbung pangan di saat panceklik,sehingga masyarakat tidak mengenal musim panceklik karena di hutan komunal terdapat berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan.

Disaksikan sonafntt.news com, kegiatan pembukaan kegiatan ini dilanjutkan dengan dialog dengan wakil bupati dan kunjungan ke lokasi hutan yang akan dilakukan pengelola oleh stakehoder perempuan di desa Letneo Selatan.(DK/SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *