Puluhan Ternak Ternak Babi Mati Di Sumba Timur Akibat Virus ASF, Warga Minta Perhatian Dari Pemerintah

Kupang, sonafntt-news.com. Virus African Swine Fever (ASF) merupakan salah satu wabah yang membahayakan bahkan menyebabkan banyak ternak babi mati di NTT dan hal ini juga turut dialami langsung oleh masyarakat Sumba Timur dimana puluhan ternak babi milik masyarakat mati abakit dari Virus ASF. Hal ini sangat berpengaruh terhadap tatanan ekonomi masyarakat bahkan di tengah pandemik covid-19 semua kebutuhan keluarga serba kurang atau tidak normal dan langkah untuk mengatasi persoalan ini Warga Sumba Timur meminta adanya perhatian dari pemerintah baik Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi NTT Stefanus Come Rihi saat ditemui oleh awak media di ruang kerja,rabu 29/7/2020.


Aspirasi ini dikelukan oleh masyarakat Sumba Timur saat kunjungan kerja daerah pemilihan saya yakni Sumba Timur, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya namun untuk reses kali ini berlangsung dari tanggal 13- 20 juli 2020 berpusat di Kabupaten Sumba Timur yang meliputi beberapa daerah yakni Desa Lembonga yang meliputi tiga titik diantaranya Kampung Kaijeli, kampung kalumbu dan kampung kabanda, selain itu mengunjungi beberapa daerah dalam lingkup Sumba Timur.


Dalam kunjungan tersebut kami lebih banyak mendengar aspirasi dari masyarakat dan moment tersebut kami kembali kepada konstituen dalam hal ini daerah pemilihan dan aspirasi aspirasi yang disampaikan dibahas lebih lanjut dalam rapat paripurna dan domainnya lebih detail dibahas di setiap komisi dan akan diserahkan kepada pemerintah Provinsi NTT yang diwujudkan dalam program sesuai kondisi dan kebutuhan dengan harapan mengatasi persoalan yang dialami oleh masyarakat.

Selain wabah covid-19 yang mendunia, persoalan yang dikeluhkan dan menjadi perhatian masyarakat Sumba Timur adalah hewan ternak babi milik masyarakat banyak yang mati akibat dari dampak virus African Swine Fever (ASF) dan akibat dengan hadirnya covid-19 penanganan dari Dinas Peternakan terhadap virus ASF banyak mengalami hambatan di lapangan dan untuk itu masyarakat meminta adanya solusi melalui kebijakan yang responsif terhadap banyak ternak babi yang mati dan siap mengawal aspirasi yang disampaikan sehingga pemerintah memberikan perhatian terhadap fakta lapangan dengan harapan masyarakat dapat melakukan usaha-usaha produktif untuk menjawab kebutuhan keluarga dalam kehidupan sehari sehari bahkan bisa menjamin kelangsungan hidup masyarakat.

Untuk diketahui persoalan hama ternak babi sudah disampaikan dalam rapat banwas melalui Asisten I Sekda Provinsi NTT dan Dinas Peternakan Provinsi NTT dan saat ini sedang mencari vaksin yang tepat untuk menangani bahkan mematikan wabah ASF.


Sferanus menambahkan seluruh sistem pemerintah dari pusat hingga tingkat paling bahwa yakni pemerintahan desa membicarakan mengenai kesejahteraan masyarakat namun hasil pendataan yang dilakukan oleh sektor tertentu belum mampu memberikan data yang valid (by name by adres kadang ) dan yang dibutuhkan adalah sasaran program harus langsung kepada masyarakat yang membutuhkan bahkan dalam situasi covid-19 masyarakat mengalami sakit keterlambatan pelayanan dari lembaga terkait. Selain itu, dampak dari covid-19, banyak pelayanan terhambat termasuk pelayanan kesehatan dan salah satunya pelayanan BPSJS belum maksimal


Program pro rakyat yang digerakan dari pemerintah pusat masih jauh dari dari masyarakat terutama orang yang benar-benar membutuhkan karena antara data masyarakat kurang mampu sesuai dengan kondisi ril masyarakat, tuturnya.
Ia menambahkan dalam kunjungan kerja di Sumba Timur membagikan empat jenis obat untuk menjawab kebutuhan batuk, flu, meriang, menggigil obat kolestrol dan rematik. Selain itu juga membagikan bibit sayur mayur, lombok, wortel, dan terong.saya memilih melakukan hal-hal sederhana namun memberikan manfaat yang positif untuk kelangsungan hidup masyarakat. (MF/S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *