Dekranasda & PKK NTT Terus Kerja Mengangkat Hasil Karya Masyarakat Di Bidang Tenun Ikat dan Olahan Pangan

Kupang,sonafntt-news.com.Dewan pengurus Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Nusa Tenggara Timur terus bergerak dengan melakukan kerja-kerja cerdas dan inovatif untuk mengangkat hasil karya Masyarakat NTT di bidang Tenun Ikat dan Olahan pangan.

“Kami memulai dengan penataan lingkungan kantor Dekranasda yang saat ini menjadi salah satu tempat yang diminati masyarakat bahkan tamu dari luar NTT untuk datang berkunjung dan berbelanja tenunan hasil karya warga NTT yang berasal dari 22 Kabupaten dan Kota se Provinsi NTT,”

Hal ini disampaikan.oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTT Ny. Julie Sutrisno Laiskodat didampingi Ny. Maria Fransiska Djogo dalam dialog bersama wartawan di Gedung Dekranasda Provinsi NTT, Kamis (8/10/2020)

Julie Sutrisno Laiskodat menjelaskan bahwa Visi dijalankan Dekranasda NTT dalam upaya mendukung NTT Bangkit dan Sejahtera yakni melakukan standarisasi mutu layanan atau produk kerajinan dan industri melalui SMM ISO 9001:2015, meningkatkan keterampilan pengrajin dan daya saing produk unggulan lokal,memfasilitasi pemasaran produk kerajinan dan industri pengrajin daerah baik di tingkat regional,nasional maupun internasional, mempromosikan keunggulan produk pengrajin daerah dan memperkuat kemitraan dengan instansi pemerintah dan stakoldres lainnya .

Lanjut Julie Sutrisno Laiskodat hingga saat ini ada sejumlah kegiatan yang telah dilakukan diantaranya pada tahun 2018 menata lingkungan kantor Dekranasda dan membangun jejaringan Kerjasama. “Pada tahun 2019, kita menggelar Festival Sarung di Arena Car Free Day Jalan El Tari Kota Kupang, mengikuti IFW (Indonesia Fashion Week) di Jakarta Counvention Center (JCC), mengikuti JF3 (Jakarta Fashion and Food Festival) di Mall 3 Kelapa Gading, mengikuti JFW (Jakarta Fashion Week) di Jakarta, dan tampil di New Zelan,dan pemilihan putra dan putri NTT” ungkapnya

Sedangkan untuk tahun 2020 ini ada berbagai kegiatan yang sedang dilaksanakan diantaranya Festival Bunga dan Buah di Equador, Festival Sarung batal dilakukan karena Covid-19. Kita juga menghadiri Fashion Show Tingkat Nasional antara lain Indonesia Fashion Week atau IFW di Bulan Maret 2020, jakarta Fashion and Food Festival atau JF3 di bulan Agustus – September 2020 dan Jakarta Fashion Week atau JFW di bulan Oktober 2020,” Julie L1aiskodat.

Selain itu, kegiatan lain yang dilakukan di tahun 2020 diantaranya Pemilihan Putra dan Putri NTT di Bulan Oktober 2020 yang meliputi Putri Indonesia, Miss Grand, Miss Indonesia, Putra dan Putri Indonesia, The Supennodel Indonesia, dan Fasilitasi Putera dan Puteri NTT pada ajang Nasional dan Internasional.

Dukungan terhadap Pariwisata NTT sepanjang tahun 2020 yang kita lakukan yaitu Bacarita Café di Labuan Bajo, dan Pagelaran Seni dan Budaya NTT pada 28 Oktober 2020 mendatang. Kita juga menggelar kursus Bahasa Inggris bagi seluruh karyawan di Dekranasda NTT,”ungkapnya

Dekranasda NTT juga menggelar Go Green berbasis kearifan local dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam NNTT. “Kita juga melakukan pembagian Teh Kelor ke Rumah Sakit dan Puskesmas di Wilayah Kota Kupang pada saat pandemic Covid-19, serta meraih Inovasi Govermen Award (IGA) di posisi 8,” katanya.

Sementara untuk tahun 2021 Dekranasda dan PKK Provinsi NTT Festival Luar Negeri Fashion Show,Festival Sarung NTT, Fashion tingkat Nasional,Pemilihan Putra dan Putri NTT,Bacarita cafe di labuan bajo dan pagelaran seni budaya untuk mendukung sektor pariwisata ,Ekpo Craf NTT yang melibatkan 22 Kabupaten /Kota,kursus tenunan NTT, dan Go Green berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di NTT

Anggota DPR RI dari Partai Nasdem menegaskan bahwa sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, untuk mengatasi berbagai persoalan pembangunan di NTT, PKK dan Dekranasda mencanangkan beberapa program strategis dan inovatif untuk mendukung pembangunan daerah

“Program program tersebut yakni pembentukan dan pemberdayaan Desa/Kelurahan Model PKK sebagai desa/kelurahan contoh dengan memfasilitasi berbagai sarana prasarana serta pelatihan khusus untuk membentuk dan mengasah kemampuan warga desa/kelurahan di 22 kab/kota.Untuk mewujudkan hal dimaksud harus membangun kemitraan yang solid dan bekerja dengan hati dan tentu akan memberikan manfaat yang berharga bagi kepentingan publik. “tuturnya.(MF/SN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *