GAMKI dan GMIT Immanuel Ruteng Peduli Flores Salurkan Bantuan Tahap II Bagi Korban Gempa di Desa Lenda

IMG-20260828-WA0070

Manggarai,SonafNTT-News.com. Solidaritas tidak selalu harus hadir dalam jumlah yang besar. Kadang ia menjadi sangat berarti karena datang tepat ketika orang sedang membutuhkan. Semangat itulah yang dibawa GAMKI Peduli Flores di Manggarai bersama Posko Terpadu GMIT Immanuel Ruteng, saat kembali menjangkau warga terdampak gempa bumi di Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai.

Dalam penyaluran bantuan tanggap darurat Tahap II, tim kemanusiaan menjangkau masyarakat di Kampung Meni dan Kampung Cubu, dengan keseluruhan sasaran pelayanan sebanyak 43 Kepala Keluarga (KK). Pada penyaluran kali ini, bantuan diserahkan langsung kepada 20 KK prioritas, berdasarkan kebutuhan mendesak yang ditemukan di lapangan.

Tim dipimpin Ketua DPC GAMKI Manggarai Jimmy Messak, bersama Koordinator Daerah GAMKI Wilayah Manggarai Brevian Angi, Sekretaris II DPC GAMKI Manggarai Delsi Suryanti L. Gadjah, Bendahara I Sarce Hana Herwanto, Ketua Majelis Jemaat GMIT Immanuel Ruteng Pdt. Meksi R. Dethan, S.Th., serta anggota GAMKI dan relawan lainnya.

Aksi kemanusiaan ini menjadi kerja kolaboratif antara DPC GAMKI Manggarai dan Posko Terpadu GMIT Immanuel Ruteng, dengan dukungan DPP GAMKI, DPD GAMKI NTT dan YASPERIN. Solidaritas tersebut turut diperkuat oleh Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) yang memberikan dukungan khusus berupa 30 paket sembako.

Bantuan yang dibawa bukan ditentukan dari jauh, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat terdampak. Di antaranya berupa terpal untuk perlindungan dan tempat tinggal sementara, tikar, pampers dan kebutuhan bayi, kebutuhan harian, serta paket sembako.

Di tengah rumah-rumah yang terdampak dan kehidupan keluarga yang belum sepenuhnya pulih, kedatangan tim disambut hangat masyarakat Kampung Meni dan Kampung Cubu. Bantuan yang mungkin sederhana menjadi penting karena membawa pesan yang lebih besar: warga Desa Lenda tidak sendirian menghadapi masa sulit ini.

Ketua DPD GAMKI NTT Winston Neil Rondo menyampaikan bahwa GAMKI Peduli Flores sejak awal diarahkan untuk menjangkau masyarakat terdampak yang membutuhkan perhatian, termasuk desa dan kampung yang jauh dari pusat distribusi bantuan.

“Dalam situasi bencana, ukuran solidaritas bukan hanya berapa besar bantuan yang kita bawa, tetapi apakah kita bersedia datang, mendengar kebutuhan warga, dan memastikan mereka yang jauh pun tidak dilupakan. Bantuan ini mungkin terbatas, tetapi kami ingin saudara-saudara kami di Desa Lenda mengetahui bahwa mereka tidak berjalan sendiri.”

Menurutnya, kerja kemanusiaan pasca bencana juga membutuhkan kolaborasi. Tidak ada satu organisasi yang mampu bekerja sendiri. Karena itu, sinergi GAMKI, gereja, YASPERIN, PIKI dan berbagai unsur masyarakat menjadi kekuatan penting agar bantuan dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Gempa boleh merusak rumah, tetapi jangan sampai meruntuhkan harapan. Dari Lenda kita belajar bahwa di tengah bencana selalu ada kekuatan yang membuat kita bertahan: tangan yang saling menolong, gereja dan pemuda yang memilih hadir, serta solidaritas yang membuat kita percaya bahwa Flores akan bangkit.”

Bagi GAMKI Peduli Flores, penyaluran bantuan bukan sekadar memindahkan barang dari posko kepada penerima. Ini adalah tentang hadir, mendengar, menemani dan menjaga harapan.

Dari Kampung Meni dan Kampung Cubu, pesan itu sederhana tetapi kuat: tidak boleh ada warga terdampak yang merasa sendirian. Flores terluka, tetapi Flores tidak sendiri. Bersama, Flores bangkit.