Kupang, SonafNTT-News.com. Kabar menggembirakan datang Nusa Tenggara Timur dan terutama bagi 30 anak muda dimans 6 orang asal Rote Ndao dan lainya dari Amarasi, Kabupaten Kupang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kini terbuka lebar setelah mereka mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan untuk melanjutkan studi di Universitas Sunan Gresik, Surabaya.
Program tersebut disebut merupakan hasil perjuangan Anggota DPR RI Usman Husin dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda dari daerah.
Bagi keluarga kurang mampu, kesempatan ini bukan sekadar bantuan pendidikan. Ini adalah pintu menuju masa depan.
Sebanyak 30 calon mahasiswa tersebut dijadwalkan berangkat ke Surabaya untuk memulai perjalanan akademik mereka. Sebelum diberangkatkan, para calon mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan pengetahuan dasar agar lebih siap menghadapi kehidupan perkuliahan dan lingkungan baru.
Pembekalan tersebut berlangsung di Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Jumat (28/8/2026), dan diberikan oleh Tenaga Ahli Anggota DPR RI Usman Husin Wilayah Timor, Yorim Boymau.
Beasiswa Membuka Jalan Masa Depan
Dalam sosialisasi tersebut, Yorim Boymau menjelaskan bahwa program beasiswa bagi 30 calon mahasiswa tersebut merupakan hasil kerja sama antara Anggota DPR RI Usman Husin dan Kementerian Pendidikan.
Menurutnya, proses seleksi hingga penetapan penerima beasiswa telah melalui ketentuan yang berlaku.
“Ini kerja sama yang baik antara Bapak Husin dan Kementerian Pendidikan. Hari ini kita melakukan sosialisasi, sedangkan tahapan proses seleksi hingga mendapatkan beasiswa tentunya sudah melalui ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Para calon mahasiswa disebut telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan program dan siap diberangkatkan ke Surabaya untuk menimba ilmu di perguruan tinggi.
Yang menarik, program tersebut tidak hanya berbicara mengenai biaya pendidikan. Lebih jauh, beasiswa menjadi instrumen untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Bagi keluarga penerima manfaat, biaya kuliah seringkali menjadi salah satu hambatan terbesar untuk melanjutkan pendidikan.
Karena itu, kehadiran program beasiswa menjadi angin segar.
Anak-anak yang sebelumnya mungkin harus berpikir ulang untuk kuliah karena keterbatasan ekonomi, kini memiliki kesempatan untuk mengejar cita-cita.
Kuliah bukan lagi sekadar mimpi, tetapi mulai menjadi kenyataan.
Program semacam ini juga memiliki manfaat jangka panjang. Ketika satu anak berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sosialnya.
Mereka dapat kembali membawa pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman untuk ikut membangun daerah asal.
Kepala Desa Pakubaun Bildat Elifas Ronesi, SPd : Ini Terobosan Luar Biasa
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Desa Pakubaun yang hadir dalam kegiatan sosialisasi.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Anggota DPR RI Usman Husin karena telah memberikan perhatian terhadap anak-anak di daerah, khususnya mereka yang membutuhkan akses pendidikan.
“Ini perjuangan yang luar biasa karena anak-anak dari semester satu hingga nanti menyelesaikan studi mendapat beasiswa. Artinya, registrasi gratis,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut merupakan sebuah terobosan yang sangat berarti bagi masyarakat di daerah yang masih membutuhkan perhatian dan dukungan untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan serupa bukan kali pertama diterima.
Pada 2025, sebanyak enam orang telah mendapatkan bantuan pendidikan dan kini telah memasuki semester tiga. Seluruh biaya pendidikan mereka disebut ditanggung pemerintah pusat.
“Enam orang tersebut sekarang sudah semester tiga dan semua biaya ditanggung pemerintah pusat. Ini semua berkat perjuangan dari Bapak Usman Husin,” katanya.
30 Anak, Beragam Jurusan, Satu Tujuan
Sebanyak 30 calon mahasiswa yang akan diberangkatkan memiliki pilihan jurusan yang beragam.
Perbedaan latar belakang dan bidang studi tidak mengubah satu tujuan utama mereka: mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan membawa harapan baru bagi keluarga.
Mereka dijadwalkan berangkat ke Surabaya untuk memulai babak baru dalam kehidupan.
Dari Rote Ndao dan Amarasi, mereka akan menempuh perjalanan panjang demi meraih gelar pendidikan tinggi.
“Ini bukan hanya perjalanan dari satu daerah ke daerah lain.Ini perjalanan mengejar masa depan” Ujarnya
Tantangan Setelah Mendapat Beasiswa
Namun, mendapatkan beasiswa bukanlah garis akhir.
Justru, beasiswa merupakan awal dari perjuangan yang lebih besar.
Para mahasiswa diwajibkan serius belajar, menjaga disiplin, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, serta menyelesaikan pendidikan sesuai target.
Kesempatan yang telah diberikan harus dijawab dengan prestasi.
Di sisi lain, pemerintah dan pihak-pihak yang terlibat juga diharapkan terus melakukan pendampingan agar para penerima beasiswa dapat menjalani pendidikan dengan baik hingga menyelesaikan studi.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah program beasiswa bukan hanya jumlah penerima.
Ia menegaskan bahwa Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika anak-anak tersebut mampu lulus, memiliki kompetensi, mendapatkan pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja, kemudian memberikan kontribusi bagi daerah asalnya
Pendidikan Jadi Investasi untuk NTT
Ia menegaskan Program beasiswa bagi 30 NTT dan untuk tahan ini bagi saudara/i dari anak Rote Ndao dan Amarasi ini kembali mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi perhatian serius dan tanggung jawab bersama guna menyiapkan generasi yang cerdas di masa mendatang.
